ZetaChain Mau Tutup Blockchain Sendiri, ZETA Akan Pindah ke Solana

Last Updated:
ZetaChain Mau Tutup Blockchain Sendiri, ZETA Akan Pindah ke Solana
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • ZetaChain mengusulkan penghentian blockchain Layer-1 pada 9 Desember, tetapi masih menunggu hasil voting.
  • Token ZETA native akan dimigrasikan ke Solana dengan rasio 1:1, sementara versi ERC-20 tetap tersedia.
  • Pemegang ZETA perlu memahami prosedur klaim, batas minimal 10 token, dan risiko aset dalam liquidity pool.

ZetaChain berencana menghentikan blockchain Layer-1 miliknya secara permanen dan memindahkan token ZETA native ke jaringan Solana. Jika disetujui, perubahan besar ini akan berlangsung sekitar 9 Desember 2026, dengan mekanisme migrasi token menggunakan rasio 1:1.

Rencana tersebut tercantum dalam proposal tata kelola tahap kedua yang diajukan pada 4 November. Pemungutan suara dijadwalkan berakhir pada 7 November 2026, sehingga seluruh proses migrasi masih bergantung pada persetujuan pemegang token.

Menurut pengumuman resmi ZetaChain, proposal tersebut mencakup penghentian jaringan, pencatatan saldo pemegang ZETA, penerbitan token pengganti di Solana, dan mekanisme klaim melalui ZetaHub.

Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran strategi ZetaChain dari infrastruktur interoperabilitas blockchain menuju pengembangan aplikasi kecerdasan buatan (AI) berbasis Solana.

ZetaChain Usulkan Penutupan Layer-1 pada 9 Desember

Rencana migrasi sebenarnya telah mendapat dukungan awal pada September 2026.

Melalui Proposal 68, sekitar 99,4 persen suara mendukung arah pemindahan ZETA ke Solana.

Namun, persetujuan tersebut belum menetapkan rincian teknis pelaksanaannya.

Karena itu, ZetaChain mengajukan Proposal 70 di ZetaHub, yang disebut sebagai proposal tata kelola tahap kedua atau Governance Proposal 2.

Proposal terbaru ini menetapkan jadwal penghentian jaringan, prosedur migrasi aset, mekanisme distribusi token, serta penyelesaian operasional validator.

Apabila disetujui, ZetaChain akan mengambil snapshot seluruh saldo ZETA pada blok 20.755.000, yang diperkirakan tercapai sekitar 9 Desember 2026.

Snapshot merupakan pencatatan saldo pada titik tertentu di blockchain untuk menentukan jumlah token yang berhak diterima setiap pengguna.

Data tersebut mencakup ZETA yang tersedia di dompet, token yang sedang di-staking, saldo dalam proses unbonding, serta reward staking yang belum diklaim.

Pada blok yang sama, blockchain Layer-1 ZetaChain akan berhenti memproses transaksi dan tidak akan diaktifkan kembali.

Artinya, jika proposal lolos, ZetaChain tidak sekadar memindahkan sebagian aktivitas ke Solana, tetapi benar-benar mengakhiri operasional jaringan Layer-1 miliknya.

Token ZETA Pindah ke Solana dengan Rasio 1:1

Setelah snapshot dilakukan, ZETA native yang sebelumnya berada di jaringan ZetaChain akan dikonversi menjadi token berstandar SPL pada blockchain Solana.

Proses migrasi menggunakan rasio 1:1, sehingga setiap satu ZETA yang memenuhi persyaratan akan memperoleh satu ZETA pada jaringan baru.

Ticker token tetap menggunakan nama ZETA.

Dalam proposal tersebut, ZetaChain menyatakan bahwa migrasi tidak akan menambah total pasokan token. Jumlah ZETA yang diterbitkan di Solana dibatasi berdasarkan saldo yang tercatat dalam snapshot.

Setelah proses penerbitan dan verifikasi selesai, otoritas pencetakan token atau mint authority akan dicabut secara permanen.

Dengan demikian, tidak ada penerbitan ZETA baru melalui mekanisme inflasi seperti yang sebelumnya digunakan untuk memberikan reward validator Layer-1.

Namun, token ZETA berstandar ERC-20 yang sudah berada di Ethereum tidak akan berubah akibat proposal ini.

Perbedaan tersebut penting bagi pemegang ZETA karena proses migrasi terutama ditujukan untuk token native pada blockchain ZetaChain, bukan seluruh versi ZETA yang berada di jaringan lain.

Ikuti kami di X untuk pembaruan kripto secara real-time.

Pemegang ZETA Harus Apa? Ini Mekanisme Klaim di Solana

Jika pemungutan suara menyetujui proposal, portal migrasi ZETA akan dibuka pada 9 Desember melalui ZetaHub.

Pemegang ZETA yang menggunakan dompet pribadi atau self-custody dapat menghubungkan dompet yang tercatat dalam snapshot, kemudian menandatangani pesan untuk menentukan alamat dompet Solana penerima.

Token pengganti akan dikirim berdasarkan saldo yang tercatat pada alamat tersebut.

ZetaChain menetapkan batas minimal 10 ZETA dalam snapshot untuk klaim melalui portal. Alamat dengan saldo di bawah batas itu tidak memenuhi persyaratan klaim mandiri yang diumumkan.

Tim proyek juga menyatakan bahwa pengguna tidak perlu memiliki SOL untuk membayar biaya transaksi migrasi karena biaya tersebut akan ditanggung ZetaChain.

Sementara itu, pengguna yang menyimpan ZETA melalui platform perdagangan tidak perlu melakukan klaim sendiri. Proses konversi akan ditangani masing-masing platform, dengan jadwal dan dukungan yang diumumkan langsung kepada pelanggan.

Untuk pemegang ZETA yang sedang melakukan staking atau memiliki saldo dalam proses unbonding, token serta reward yang belum diklaim akan dimasukkan dalam perhitungan snapshot.

Pengguna tidak perlu menghentikan staking terlebih dahulu hanya untuk memastikan saldonya tercatat.

Namun, ada pengecualian penting bagi pemegang ZETA yang menempatkan aset dalam liquidity pool, kontrak pintar, atau produk wrapped token.

Saldo yang masih berada dalam kontrak tersebut tidak dapat diklaim secara individual menggunakan tanda tangan dompet biasa.

Karena itu, ZetaChain mengimbau pengguna yang memiliki posisi semacam ini untuk keluar dari pool atau membuka wrapped token sebelum snapshot.

Untuk aset lintas jaringan yang masih tersimpan sebagai token ZRC-20, ZetaChain juga menyiapkan mekanisme klaim terpisah agar aset dapat dikembalikan ke blockchain asalnya.

ZetaChain Siapkan Burn 55 Juta ZETA Sepanjang 2027

Selain migrasi, proposal terbaru mencakup rencana pembakaran sekitar 55 juta ZETA yang sebelumnya dialokasikan sebagai insentif validator, tetapi belum didistribusikan.

Menurut rincian Proposal 70, token tersebut akan dibakar melalui 12 transaksi bulanan sepanjang Januari hingga Desember 2027.

Setiap pembakaran diperkirakan mengurangi sekitar 4,6 juta ZETA dari total pasokan.

Jadwal ini mengikuti periode ketika token tersebut sebelumnya direncanakan masuk ke peredaran sebagai reward validator.

Karena jaringan Layer-1 akan dihentikan, ZetaChain menilai insentif validator yang belum didistribusikan tidak lagi diperlukan.

Namun, reward staking yang telah diperoleh sebelum penghentian jaringan tetap diperhitungkan dan tidak termasuk dalam token yang akan dibakar.

Secara keseluruhan, pembakaran 55 juta ZETA setara sekitar 2,6 persen dari pasokan maksimum awal sebesar 2,1 miliar token.

Rencana ini akan mengurangi total pasokan secara bertahap, tetapi tidak berarti seluruh token yang masih terkunci akan berhenti memasuki peredaran.

Jadwal vesting yang sudah ada tetap berlaku, termasuk pelepasan terakhir untuk alokasi investor dan kontributor inti pada 1 Januari 2027.

ZetaLabs Jadi Fokus Baru ZetaChain Setelah Migrasi

Perubahan blockchain juga disertai pergeseran fokus pengembangan produk.

ZetaChain berencana meluncurkan ZetaLabs pada 9 Desember 2026, bersamaan dengan migrasi token apabila proposal disetujui.

Berdasarkan peta jalan resminya, ZetaLabs merupakan aplikasi AI yang dirancang untuk membantu pengguna melakukan riset pasar menggunakan berbagai model kecerdasan buatan dan data keuangan langsung.

Aplikasi ini juga menawarkan pengelolaan riwayat percakapan serta memori pengguna yang dienkripsi.

Token ZETA direncanakan memiliki beberapa fungsi dalam ekosistem tersebut, termasuk pembayaran layanan, akses premium, dan partisipasi dalam tata kelola pengembangan produk.

Fitur tambahan seperti ZetaLabs Premium, perangkat analisis transaksi, dan integrasi AI lainnya ditargetkan hadir pada kuartal pertama 2027.

Peralihan ini menambah aktivitas pengembangan di ekosistem Solana, setelah Solana Labs sebelumnya meluncurkan aplikasi trading Leap dengan rencana buyback dan burn SOL.

Meski demikian, peluncuran ZetaLabs masih berupa rencana dan belum membuktikan adanya pertumbuhan pengguna atau permintaan token ZETA yang berkelanjutan.

Waspada Penipuan Migrasi ZETA, Voting Belum Selesai

Sebelum proses migrasi dimulai, ZetaChain menunjuk Hacken untuk melakukan pemeriksaan keamanan independen terhadap portal klaim dan program distribusi token di Solana.

Laporan audit dijadwalkan diterbitkan sebelum portal resmi dibuka.

ZetaChain juga menegaskan bahwa proses klaim hanya memerlukan penandatanganan pesan dari dompet yang tercatat dalam snapshot.

Pengguna tidak akan diminta menyerahkan seed phrase atau private key.

Namun, pengguna tetap perlu memeriksa alamat situs sebelum menandatangani pesan karena situs palsu dapat menampilkan permintaan tanda tangan yang mengarahkan token menuju dompet milik penipu.

Risiko semacam ini juga pernah menjadi perhatian dalam kasus penipuan yang memanfaatkan proses migrasi layanan kripto.

Bagi pemegang ZETA di Indonesia, ada tiga hal terpenting yang perlu dipantau: hasil voting pada 7 November, lokasi penyimpanan token sebelum snapshot, dan instruksi migrasi resmi menjelang 9 Desember.

Apabila proposal ditolak, keputusan September yang mendukung arah migrasi tetap berlaku, tetapi ZetaChain harus mengajukan kembali rincian pelaksanaan melalui proposal baru.

Dengan demikian, penghentian Layer-1 dan perpindahan ZETA ke Solana belum menjadi keputusan final. Seluruh jadwal yang diumumkan masih bergantung pada hasil tata kelola dan penyelesaian persiapan keamanan.

Berlangganan saluran YouTube kami untuk berita kripto terbaru.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.