Prediksi Harga Bitcoin Tertekan di Bawah 4 EMA, Scaramucci Justru Lihat Peluang

Last Updated:
Prediksi Harga Bitcoin Tertekan di Bawah 4 EMA, Scaramucci Justru Lihat Peluang
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Prediksi harga Bitcoin masih bearish di bawah empat EMA, dengan support penting pada US$75.271.
  • Open interest BTC naik menjadi US$52,01 miliar, menunjukkan aktivitas derivatif kembali meningkat.
  • Anthony Scaramucci melihat koreksi Bitcoin menuju US$76.000 sebagai kesempatan baru bagi investor.

Prediksi harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah aset kripto terbesar ini kehilangan sebagian besar kenaikan yang terjadi sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS pada November 2024.

Dalam pengamatan 6 November 2026, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$75.650 setelah kembali gagal mempertahankan pemulihan menuju US$80.000.

Dari sisi teknikal, BTC kini berada di bawah empat indikator exponential moving average (EMA) utama, menandakan tekanan bearish masih mendominasi.

Namun, pendiri SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, justru melihat penurunan tersebut sebagai kesempatan lain bagi investor yang sebelumnya melewatkan reli Bitcoin.

Di tengah perbedaan pandangan tersebut, support US$75.271 menjadi level penting yang perlu dipertahankan pembeli.

Prediksi Harga Bitcoin Masih Bearish, Support US$75.271 Diuji

Berdasarkan grafik harian Bitcoin di TradingView, BTC masih menunjukkan struktur bearish setelah mengalami penolakan harga di dekat US$80.000.

Harga kini berada di bawah seluruh EMA utama, dengan EMA 20 hari pada US$79.203 dan EMA 50 hari di US$79.819.

Sementara itu, EMA 100 hari berada pada US$77.768, sedangkan EMA 200 hari tercatat di sekitar US$76.534.

Kondisi tersebut menunjukkan Bitcoin belum mampu merebut kembali rata-rata harga penting, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

Posisi BTC di bawah EMA 200 hari menjadi perhatian karena indikator ini sering digunakan trader untuk menilai kekuatan tren yang lebih luas.

Support terdekat berada pada US$75.271, berdekatan dengan titik terendah lokal yang terbentuk dalam koreksi terbaru.

Jika level tersebut ditembus, Bitcoin berisiko melanjutkan pelemahan menuju support psikologis US$74.000, kemudian US$73.000.

Namun, terdapat sinyal bahwa tekanan jual jangka pendek sudah cukup besar.

Indikator Bollinger Bands %B menunjukkan angka sekitar 0,06, menempatkan Bitcoin sangat dekat dengan batas bawah Bollinger Bands.

Pembacaan tersebut mengindikasikan harga berada di bagian bawah rentang volatilitasnya, sehingga peluang pantulan teknikal tetap terbuka.

Meski demikian, posisi dekat batas bawah Bollinger Bands tidak otomatis berarti harga telah mencapai titik terendah.

Untuk memperbaiki struktur harga, Bitcoin perlu lebih dahulu merebut kembali EMA 200 hari pada US$76.534.

Jika berhasil, resistance berikutnya berada pada US$78.147, yang merupakan level Fibonacci retracement 0,236.

Di atasnya, EMA 20 hari pada US$79.203 dan EMA 50 hari pada US$79.819 membentuk zona resistance penting.

Penembusan yang bertahan di atas US$79.819 akan memperkuat peluang pemulihan menuju US$81.301 dan US$82.725.

Namun, selama harga masih tertahan di bawah area US$79.203–US$79.819, struktur teknikal Bitcoin tetap cenderung bearish.

Terkait: Prediksi & Prakiraan Harga Pieverse (PIEVERSE) 2026, 2027, 2028, 2029, 2030

Open Interest Bitcoin Naik ke US$52,01 Miliar, Trader Mulai Kembali?

Meskipun harga Bitcoin masih tertekan, pasar derivatif mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.

Berdasarkan data CoinGlass, open interest Bitcoin sempat melampaui US$90 miliar pada September 2025.

Namun, rangkaian likuidasi dan penurunan aktivitas perdagangan kemudian menyeret indikator tersebut menuju US$45 miliar.

Setelah penurunan panjang itu, open interest mulai berangsur pulih.

Sumber: Coinglass

Dalam pengamatan terbaru yang digunakan analisis ini, open interest Bitcoin mencapai sekitar US$52,01 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukkan nilai posisi derivatif yang masih terbuka kembali bertambah, meskipun harga BTC belum berhasil pulih secara signifikan.

Kondisi ini dapat mencerminkan kembalinya minat spekulatif terhadap Bitcoin.

Namun, kenaikan open interest tidak otomatis menunjukkan bahwa trader semakin bullish.

Indikator tersebut mencakup posisi long maupun short, sehingga peningkatannya juga dapat terjadi ketika lebih banyak pelaku pasar membuka posisi untuk mengantisipasi penurunan harga.

Karena itu, arah berikutnya tetap memerlukan konfirmasi dari pergerakan harga, volume perdagangan, dan perubahan posisi di pasar derivatif.

Arus Keluar Bitcoin dari Bursa Capai US$22,42 Juta

Selain open interest, data perpindahan Bitcoin di bursa menunjukkan bahwa sentimen investor masih beragam.

Menurut data spot exchange flow CoinGlass, beberapa lonjakan arus masuk BTC ke bursa tercatat antara Februari hingga September 2026.

Peningkatan setoran tersebut dapat menunjukkan bertambahnya pasokan yang tersedia untuk diperdagangkan, meskipun tidak seluruh token yang masuk langsung dijual.

Di sisi lain, arus keluar Bitcoin dari bursa juga cukup sering terjadi sepanjang periode pengamatan.

Sumber: Coinglass

Pada 6 November, netflow spot BTC tercatat negatif sekitar US$22,42 juta.

Artinya, nilai Bitcoin yang keluar dari bursa yang dipantau lebih besar daripada jumlah yang masuk pada periode tersebut.

Arus keluar bersih dapat mengurangi pasokan BTC yang langsung tersedia di bursa. Namun, data ini tidak membuktikan bahwa seluruh penarikan dilakukan untuk akumulasi jangka panjang.

Investor dapat memindahkan aset untuk penyimpanan pribadi, kebutuhan transaksi di platform lain, atau tujuan berbeda.

Karena itu, netflow negatif perlu dibaca bersama indikator permintaan spot dan pergerakan harga sebelum disimpulkan sebagai sinyal bullish.

Scaramucci Sebut Bitcoin Beri Kesempatan Kedua setelah Kenaikan Pascapemilu Trump Terhapus

Di tengah penurunan harga, Anthony Scaramucci memberikan pandangan yang lebih optimistis.

Melalui unggahan di X pada 5 November 2026, pendiri SkyBridge Capital tersebut membagikan perbandingan harga Bitcoin pada periode pemilu AS 2024 dan pemilu sela 2026.

Scaramucci menyoroti kembalinya BTC menuju kisaran US$76.000, level yang juga pernah disentuh Bitcoin tidak lama setelah kemenangan Donald Trump pada November 2024.

Ia menuliskan pesan singkat:

“You have been given a second chance.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Scaramucci memandang koreksi terbaru sebagai kesempatan lain bagi investor yang sebelumnya tidak masuk ketika Bitcoin memulai reli pascapemilu 2024.

Namun, ada perbedaan tanggal yang penting dalam perbandingan tersebut.

Berdasarkan data historis Bitcoin, BTC menutup perdagangan 5 November 2024 sekitar US$69.360 dan baru mencapai penutupan sekitar US$75.600 pada 6 November, setelah hasil pemilu mulai diketahui.

Dengan demikian, perbandingan US$76.000 lebih tepat menggambarkan kembalinya Bitcoin ke kisaran harga awal reli pascapemilu Trump, bukan harga penutupan pada tanggal 5 November 2024.

Setelah kemenangan Trump, Bitcoin sempat menikmati optimisme pasar terhadap kebijakan pemerintahannya yang lebih mendukung industri kripto.

Namun, perkembangan ekonomi, perubahan sentimen risiko, dan ketidakpastian kebijakan dalam dua tahun berikutnya telah menghapus sebagian besar kenaikan tersebut.

Pelemahan terbaru juga terjadi ketika Wall Street kehilangan sekitar US$3 triliun kapitalisasi pasar setelah pemilu sela AS 2026.

Meski Scaramucci melihat kesempatan investasi, pandangannya tidak mengubah fakta bahwa indikator teknikal Bitcoin masih menunjukkan tekanan bearish.

Level Support dan Resistance Bitcoin yang Perlu Diperhatikan

Setelah gagal kembali ke US$80.000, Bitcoin menghadapi sejumlah level teknikal yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

JenisLevel HargaAcuan Teknikal
ResistanceUS$82.725Target kenaikan lanjutan
ResistanceUS$81.301Hambatan setelah breakout EMA
ResistanceUS$79.819EMA 50 hari
ResistanceUS$79.203EMA 20 hari
ResistanceUS$78.147Fibonacci retracement 0,236
ResistanceUS$76.534EMA 200 hari
SupportUS$75.271Titik terendah lokal
SupportUS$74.000Support psikologis
SupportUS$73.000Target koreksi lanjutan

Seluruh level berdasarkan pengamatan grafik pada 6 November 2026, bukan harga real-time.

Zona US$79.203–US$79.819 menjadi resistance utama yang harus direbut kembali pembeli untuk memperkuat momentum bullish.

Sementara itu, support US$75.271 menjadi batas terdekat yang perlu dipertahankan agar risiko koreksi menuju US$74.000 dan US$73.000 tidak semakin besar.

Apakah Harga Bitcoin Bisa Kembali Naik?

Prospek pemulihan Bitcoin kini bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan support US$75.271 dan merebut kembali resistance awal pada US$76.534.

Jika BTC mampu bergerak di atas EMA 200 hari tersebut, peluang pengujian US$78.147 dan zona resistance US$79.203–US$79.819 akan semakin terbuka.

Penembusan berkelanjutan di atas US$79.819 dapat memperbaiki struktur harga dan membuka peluang kenaikan menuju US$81.301 serta US$82.725.

Di sisi lain, pulihnya open interest ke US$52,01 miliar menunjukkan aktivitas derivatif kembali meningkat, tetapi belum cukup untuk memastikan dominasi pembeli.

Arus keluar bersih spot senilai US$22,42 juta juga berpotensi mengurangi pasokan yang tersedia di bursa, meskipun belum membuktikan adanya akumulasi baru.

Jika Bitcoin gagal mempertahankan US$75.271, tekanan bearish dapat berlanjut menuju US$74.000 dan US$73.000.

Sebagai pembanding, prediksi harga Bitcoin November 2026 sebelumnya juga menunjukkan pentingnya EMA jangka menengah dan arus modal dalam menentukan arah pemulihan.

Untuk saat ini, Bitcoin masih berada dalam struktur bearish. Pandangan optimistis Scaramucci menawarkan sudut berbeda, tetapi pemulihan yang lebih meyakinkan tetap membutuhkan peningkatan permintaan dan keberhasilan BTC merebut kembali resistance EMA utamanya.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.