- Pencatatan saham NSE di BSE diperkirakan akan membawa lonjakan volume yang besar.
- Laporan terbaru menyatakan bahwa NSE mungkin menggunakan mekanisme PTT untuk memperdagangkan sahamnya sendiri.
- Mekanisme PTT memungkinkan sekuritas diperdagangkan di bursa tanpa pencatatan formal.
IPO yang akan datang di Bursa Efek Nasional (NSE) adalah salah satu peristiwa yang paling banyak diperhatikan di sektor pasar India. NSE telah mempersiapkan pencatatan yang bernilai sekitar ₹1,5-1,8 lakh crore (sekitar $15,67 miliar hingga $18,81 miliar), yang diperkirakan akan berjalan setelah SEBI (Securities and Exchange Board of India) memberikan lampu hijau.
Diperkirakan saham NSE akan tercatat di BSE (Bursa Efek Bombay), membawa gelombang perdagangan baru yang besar ke dalamnya. Namun, laporan terbaru bahwa NSE mungkin menggunakan mekanisme PTT (Allowed to Trade) untuk memperdagangkan sahamnya di platform sendiri mengubah gambaran sepenuhnya.
Mengapa Saham BSE Bereaksi
Alasan hal di atas penting adalah karena investor BSE sudah mengharapkan setidaknya beberapa potensi kenaikan dari IPO NSE.
Jika saham NSE diperdagangkan sebagian besar atau sebagian di NSE sendiri, sebagian volume perdagangan tambahan yang diperkirakan investor akan masuk ke BSE mungkin tidak akan pernah keluar dari ekosistem NSE.
Ini tidak berarti BSE akan kehilangan bisnis yang sudah ada, tetapi ini berarti potensi keuntungan ekstra dari IPO berpotensi lebih kecil dari yang diperkirakan para investor sebelumnya.
Bagaimana NSE Dapat Menangkap Aktivitas Perdagangan di Platform Sendiri
Mekanisme PTT ini menonjol karena memungkinkan sekuritas diperdagangkan di bursa tanpa harus secara resmi tercatat di sana. Selain itu, kerangka kerja PTT NSE yang ada tidak mengharuskan perjanjian pencatatan terpisah atau biaya pencatatan tambahan, meskipun perdagangan tetap tunduk pada pengawasan dan persyaratan regulasi.
Dalam kasus itu, NSE dapat mencantumkan sahamnya di BSE sambil tetap mengizinkan mereka untuk diperdagangkan di platformnya sendiri melalui PTT. Ini akan menciptakan pengaturan yang tidak biasa, di mana NSE akan terdaftar di BSE tetapi mungkin bersaing dengan BSE untuk perdagangan saham sendiri. Namun, semua ini bergantung pada persetujuan SEBI, jadi investor sebaiknya belum memperlakukan opsi PTT sebagai kesepakatan yang sudah selesai.
Terkait: SEBI Digital KYC untuk NRI: Bisakah Akses yang Lebih Mudah Membawa Lebih Banyak Uang Asing ke India?
Apa yang Harus Diperhatikan Investor India Sebelum IPO NSE?
Sebagai permulaan, investor India sebaiknya memperhatikan persetujuan SEBI, karena rencana PTT tidak berarti apa-apa sampai regulator menyetujuinya. Selain itu, investor harus terus memperhatikan bagaimana IPO NSE akhirnya disusun dan dihargai, karena ini akan memberikan penilaian pasar nyata pertama untuk bursa teratas India.
Setelah itu, penilaian BSE menjadi elemen penting lainnya. Para analis sudah menunjukkan bahwa reli kuat BSE mungkin sudah memperhitungkan sebagian manfaat yang bisa didapat dari IPO NSE.
Terakhir, volume perdagangan aktual setelah pencatatan NSE lebih penting daripada ukuran utama IPO itu sendiri. Jika saham NSE mendapat banyak pengaruh terhadap BSE, tesis asli untuk BSE tetap berlaku. Namun, jika sebagian besar perdagangan tetap di NSE hingga PTT, banyak potensi kenaikan yang diharapkan itu mungkin akan hilang.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.