Crypto Indonesia Pagi Ini 6 November Bitcoin Anjlok, OJK Ungkap Transaksi Kripto RI Rp30,56 T

Last Updated:
Crypto Indonesia Pagi Ini 6 November Bitcoin Anjlok, OJK Ungkap Transaksi Kripto RI Rp30,56 T
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bitcoin kembali anjlok lebih dari 5 persen setelah pemulihan sehari sebelumnya, sementara indeks CFX10 turut terkoreksi.
  • OJK mengungkap transaksi kripto Indonesia melonjak 31,96 persen menjadi Rp30,56 triliun pada September, sekaligus menegaskan tanggung jawab bursa terhadap keamanan aset nasabah.
  • JPMorgan menghadapi rencana penyelidikan baru terkait Jeffrey Epstein di tengah ekspansi JPM Coin ke Ethereum, sementara pasar menantikan data tenaga kerja AS.

Pemulihan Bitcoin ternyata tidak bertahan lama. Hanya sehari setelah harga BTC kembali menguat, tekanan jual menyeret aset kripto terbesar tersebut turun lebih dari 5 persen, diikuti Ethereum dan sejumlah altcoin utama.

Namun, ada perkembangan berbeda dari Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengungkap bahwa aktivitas perdagangan kripto domestik melonjak hampir 32 persen pada September, bahkan ketika kondisi pasar global belakangan semakin bergejolak.

Sementara itu, JPMorgan kembali menjadi sorotan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, hanya beberapa pekan setelah bank raksasa tersebut memperluas penggunaan token deposit berbasis Ethereum.

Bitcoin Anjlok Lagi, Kenaikan Kemarin Terhapus

Berdasarkan data Bursa Kripto CFX yang diperbarui pada Kamis (5/11) pukul 21.40 WIB, Bitcoin diperdagangkan sekitar Rp1,38 miliar, turun 5,11 persen dalam 24 jam.

Ethereum mengalami tekanan lebih besar, melemah 7,60 persen menjadi Rp40,66 juta. XRP turun 6,51 persen ke Rp22.165, sementara Solana kehilangan 5,54 persen menjadi sekitar Rp1,63 juta.

Indeks CFX10 juga merosot 5,37 persen ke level 915,69.

Perubahan ini cukup mencolok karena sehari sebelumnya Bitcoin sempat diperdagangkan di sekitar Rp1,46 miliar, sementara CFX10 berada mendekati 970.

Tekanan pasar muncul bersamaan dengan pelemahan saham teknologi AS dan berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap risiko pasar kripto.

Dalam prediksi harga Bitcoin November dari Coin Edition Indonesia, area US$76.463 sebelumnya diidentifikasi sebagai support penting. Jika harga gagal mempertahankan wilayah tersebut, risiko pengujian US$75.000 menjadi lebih besar.

Namun, pergerakan harga berikutnya tetap perlu dikonfirmasi melalui kondisi pasar terbaru.

Radar Kripto Indonesia: Transaksi Naik Rp7,4 Triliun dalam Sebulan

Di tengah koreksi harga, OJK justru membawa kabar mengenai peningkatan aktivitas perdagangan kripto domestik.

Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada Kamis (5/11), Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, mengungkap nilai transaksi kripto Indonesia mencapai Rp30,56 triliun pada September 2026.

Angka tersebut meningkat 31,96 persen dibandingkan Agustus, ketika nilainya sekitar Rp23,16 triliun.

Dengan demikian, terdapat tambahan aktivitas perdagangan sekitar Rp7,4 triliun hanya dalam sebulan.

Sementara itu, transaksi derivatif aset keuangan digital tumbuh 27,19 persen menjadi Rp5,8 triliun.

Angka transaksi September tersebut juga tercantum dalam publikasi resmi OJK pada 3 November.

Meski demikian, kenaikan nilai transaksi tidak otomatis menunjukkan bahwa investor memperoleh keuntungan lebih besar.

Aktivitas perdagangan dapat meningkat ketika pasar menguat maupun ketika volatilitas memicu lebih banyak transaksi jual dan beli. Selain itu, data September tidak menggambarkan kondisi perdagangan secara langsung pada 6 November.

OJK Ingatkan Bursa Kripto Soal Tanggung Jawab Aset Nasabah

Perkembangan lokal lainnya datang dari respons OJK terhadap peretasan Binance senilai sekitar US$6,34 miliar pada akhir Oktober.

Dalam konferensi pers 5 November, Adi menegaskan bahwa pedagang aset kripto wajib menjaga keamanan aset konsumen yang berada dalam penyimpanannya dan bertanggung jawab apabila aset tersebut hilang.

Ketentuan mengenai penyimpanan dan perlindungan aset diatur melalui POJK Nomor 27 Tahun 2024, sebagaimana telah diubah melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025.

OJK juga menekankan pentingnya pengendalian akses, tata kelola teknologi informasi, serta penguatan sistem keamanan siber.

Pernyataan tersebut menjadi relevan setelah Binance melaporkan penggantian 98 persen aset terdampak peretasan menggunakan sumber daya perusahaan.

Namun, kewajiban menjaga aset nasabah tidak berarti semua kerugian perdagangan akibat penurunan harga harus diganti. Tanggung jawab penyelenggara bergantung pada ketentuan dan penyebab kerugian.

JPMorgan–Epstein Kembali Disorot, Bagaimana Kaitannya dengan Kripto?

Di Amerika Serikat, JPMorgan menghadapi potensi pemeriksaan baru mengenai hubungan perbankannya dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Menurut Reuters pada 5 November, staf Partai Demokrat di Senate Finance Committee sedang mempersiapkan penyelidikan terhadap keputusan sejumlah eksekutif senior JPMorgan dalam menangani Epstein.

Salah satu pejabat yang menjadi perhatian adalah Mary Erdoes, CEO divisi Asset & Wealth Management JPMorgan.

Pihak bank menyatakan menyesali hubungan masa lalunya dengan Epstein, tetapi membantah telah membantu tindak kejahatannya.

Mengapa berita ini relevan bagi industri kripto?

Pada 19 Oktober, JPMorgan melalui unit blockchain Kinexys resmi memperluas JPM Coin (JPMD) ke jaringan Ethereum.

Token deposit berbasis dolar AS itu memungkinkan klien institusional memindahkan dana melalui Ethereum dan Base, sebagai bagian dari pengembangan pembayaran serta penyelesaian transaksi berbasis blockchain.

Menurut JPMorgan, platform Kinexys telah memproses transaksi kumulatif lebih dari US$4 triliun sejak diluncurkan.

Perkembangan tersebut memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara perbankan tradisional dan infrastruktur keuangan on-chain.

Di sisi lain, rencana penyelidikan Epstein kembali mengangkat pertanyaan tentang efektivitas pengawasan nasabah dan tata kelola lembaga keuangan besar.

Blockchain dapat meningkatkan keterlacakan transaksi, tetapi tidak dengan sendirinya menjamin bahwa proses pemeriksaan nasabah, keputusan kepatuhan, atau pengawasan internal suatu bank telah berjalan dengan baik.

Perlu ditegaskan, penyelidikan yang direncanakan terkait Epstein bukanlah penyelidikan terhadap JPM Coin, Ethereum, ataupun aktivitas kripto JPMorgan.

Yang Perlu Dipantau Hari Ini: Data Tenaga Kerja AS

Perhatian investor kini beralih ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Oktober 2026.

Berdasarkan kalender resmi Bureau of Labor Statistics, data Nonfarm Payrolls, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah dijadwalkan dirilis Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.

Angka tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Bagi Bitcoin, laporan ini menjadi ujian berikutnya setelah pemulihan harga sehari sebelumnya gagal bertahan.

Sementara itu, di Indonesia, perkembangan terbaru OJK menunjukkan bahwa aktivitas industri kripto masih berkembang, meskipun volatilitas harga dan risiko keamanan tetap menjadi tantangan.

Radar Pekan Depan: Investor akan menantikan data inflasi CPI AS pada Selasa (10/11) serta perkembangan pengawasan keamanan aset kripto di Indonesia setelah pernyataan terbaru OJK.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.