- Wall Street kehilangan sekitar US$3 triliun setelah reli pascapemilu AS berbalik menjadi aksi jual besar.
- Bitcoin kembali turun menuju US$76.000, sementara Nasdaq dan S&P 500 mencatat kerugian tajam.
- Donald Trump menyalahkan Demokrat atas kejatuhan pasar, di tengah kekhawatiran regulasi AI dan investasi teknologi.
Wall Street mengalami pembalikan tajam setelah reli pascapemilu sela Amerika Serikat hanya bertahan sehari. Saham-saham teknologi berguguran, sekitar US$3 triliun kapitalisasi pasar menguap, dan Bitcoin ikut tertekan setelah sebelumnya sempat menembus US$80.000.
Perubahan tersebut terjadi setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS pada 3 November 2026, yang memberikan mereka kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat untuk periode Kongres berikutnya.
Pasar saham awalnya menyambut hasil tersebut dengan kenaikan besar pada 4 November. Namun, sehari kemudian, kekhawatiran mengenai masa depan investasi kecerdasan buatan (AI) dan pembatasan pembangunan pusat data memicu aksi jual.
Presiden Donald Trump kemudian menyalahkan Demokrat atas penurunan pasar, meskipun sejumlah faktor lain turut memengaruhi sentimen investor.
Wall Street Berbalik Anjlok, Bitcoin Ikut Tertekan
Berdasarkan laporan Reuters pada 4 November, indeks Dow Jones Industrial Average sempat melonjak 3 persen atau sekitar 1.569 poin setelah kemenangan Demokrat.
S&P 500 juga menguat 1,6 persen, sementara Nasdaq Composite naik 1,4 persen.
Kenaikan tersebut mencerminkan harapan sebagian investor bahwa perubahan komposisi Kongres dapat meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan perdagangan, pengeluaran pemerintah, dan berbagai keputusan pemerintahan Trump.
Bitcoin turut menikmati pemulihan dengan menembus US$80.000, seiring meningkatnya minat terhadap aset berisiko.
Namun, kondisi berubah drastis pada 5 November.
Menurut data penutupan pasar yang dilaporkan Reuters, S&P 500 anjlok 4,36 persen, Nasdaq merosot 5,52 persen, dan Dow Jones kehilangan 3,44 persen.
Aksi jual tersebut menghapus sekitar US$3 triliun kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500.
Tekanan terbesar terjadi pada saham teknologi dan semikonduktor. Nvidia turun lebih dari 9 persen, sementara AMD merosot sekitar 17 persen.
Bitcoin juga kehilangan momentum pemulihannya. Setelah sempat melampaui US$80.000, BTC kembali turun menuju US$76.000 atau melemah sekitar 5 persen pada perdagangan 5 November.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih rentan terhadap perubahan sentimen risiko di pasar keuangan tradisional, terutama ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.
Trump Salahkan Demokrat, Kekhawatiran Regulasi AI Jadi Sorotan
Di tengah kejatuhan Wall Street, Donald Trump menyampaikan kritik melalui unggahan Truth Social pada 5 November.
Trump menyebut penurunan tersebut sebagai salah satu hari terburuk pasar saham dan mengaitkannya dengan hasil pemilu sela.
Ia juga menyoroti penurunan nilai tabungan pensiun warga AS melalui program 401(k), sembari menegaskan bahwa menurutnya Demokrat, bukan Partai Republik, bertanggung jawab atas kondisi pasar.
Namun, pernyataan tersebut merupakan penilaian politik Trump, bukan kesimpulan mengenai penyebab tunggal aksi jual.
Laporan Reuters menunjukkan bahwa investor juga mengkhawatirkan pembatasan pembangunan pusat data AI setelah sejumlah kandidat yang mendukung pengawasan lebih ketat memenangkan pemilu.
Kekhawatiran tersebut muncul ketika perusahaan teknologi telah mengalokasikan investasi besar untuk infrastruktur AI, termasuk chip, layanan komputasi cloud, dan pusat data.
Sebelumnya, anggota Kongres AS juga mengusulkan larangan pengembangan AI supercerdas serta penghentian sementara sistem AI canggih tertentu sampai kerangka keselamatan federal ditetapkan.
Meski demikian, proposal tersebut belum menjadi undang-undang, sehingga dampaknya terhadap industri masih bergantung pada proses legislasi.
Selain regulasi AI, investor juga mulai mempertanyakan apakah pengeluaran besar perusahaan teknologi akan menghasilkan keuntungan yang sebanding.
Aksi ambil untung setelah reli 4 November turut menjadi salah satu kemungkinan faktor yang memperbesar tekanan jual.
Bagi pasar kripto, ketidakpastian tidak hanya berasal dari sektor teknologi.
Kemenangan Demokrat juga berpotensi mengubah negosiasi mengenai regulasi aset digital, termasuk CLARITY Act dan kebijakan Cadangan Bitcoin Strategis AS.
Namun, perubahan kendali Kongres tidak otomatis membatalkan kebijakan kripto yang sudah berlaku.
Untuk saat ini, investor Bitcoin perlu memperhatikan kelanjutan koreksi Wall Street, perkembangan kebijakan AI, serta arah regulasi kripto di Washington.
Pemulihan harga BTC akan semakin diuji apabila tekanan jual saham teknologi berlanjut, terutama ketika sentimen pasar masih sensitif terhadap perubahan kebijakan dan prospek ekonomi AS.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.