Harga Bitcoin Pulih dari Guncangan Binance, Rainbow Chart Bilang Masih Murah?

Last Updated:
Harga Bitcoin Pulih dari Guncangan Binance, Rainbow Chart Bilang Masih Murah?
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bitcoin hampir menghapus kerugian akibat peretasan Binance senilai US$6,3 miliar hanya dalam beberapa hari.
  • Bitcoin Rainbow Chart menempatkan BTC di zona “Still Cheap”, tetapi belum menjamin harga sudah undervalued.
  • Support Bitcoin berada di US$75.700–US$77.700, sementara resistance penting menanti di sekitar US$81.700.

Harga Bitcoin kembali mendekati level sebelum peretasan Binance senilai US$6,3 miliar, sebuah pemulihan yang menarik perhatian setelah salah satu insiden keamanan terbesar dalam sejarah industri kripto.

Serangan yang terjadi pada 29 Oktober 2026 sempat mengguncang kepercayaan pasar. Namun, dalam beberapa hari, Bitcoin berhasil memangkas hampir seluruh penurunan harga yang terjadi setelah insiden tersebut.

Berdasarkan laporan mingguan Glassnode pada 4 November, Bitcoin hanya mengalami penurunan sekitar 3 persen setelah peretasan, sebelum kembali mendekati harga saat serangan dimulai.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah Bitcoin mulai menunjukkan ketahanan yang lebih kuat dibandingkan siklus pasar sebelumnya?

Di tengah pemulihan tersebut, Bitcoin Rainbow Chart juga memberikan sinyal yang menarik. Dengan harga BTC berada di sekitar US$79.756,94 pada pengamatan sumber, indikator tersebut menempatkan Bitcoin dalam zona “Still Cheap” atau masih murah berdasarkan model valuasi historisnya.

Namun, sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari tekanan.

Bitcoin Pulih Usai Peretasan Binance, Sentimen Pasar Mulai Berubah?

Pemulihan Bitcoin terjadi setelah pasar menghadapi serangkaian tekanan, mulai dari koreksi harga pada Oktober, peretasan Binance, hingga ketidakpastian politik menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November.

Menurut Glassnode, harga BTC telah terkoreksi sekitar 10 persen dari puncak September sebelum kembali menguji area support yang sebelumnya berhasil ditembus pada Agustus.

Perubahan tersebut juga terlihat dari perilaku pemegang Bitcoin jangka pendek atau short-term holders (STH).

Sumber: X

Pada awal Oktober, sekitar 97,5 persen pasokan yang dimiliki investor jangka pendek berada dalam kondisi untung.

Namun, setelah koreksi pasar, proporsinya turun drastis menjadi sekitar 38 persen.

Artinya, sebagian besar Bitcoin yang dimiliki kelompok investor tersebut kini berada di bawah harga pembelian mereka.

Situasi ini dapat meningkatkan sensitivitas pasar terhadap tekanan jual karena investor yang baru masuk menghadapi kerugian belum terealisasi.

Sumber: X

Jika dibandingkan dengan Wall Street Cheat Sheet, model populer yang menggambarkan psikologi siklus pasar, pergerakan tersebut menyerupai peralihan dari fase euforia menuju kecemasan, penyangkalan, dan ketakutan.

Namun, model psikologi tersebut hanya memberikan ilustrasi perilaku investor, bukan alat yang dapat memastikan posisi Bitcoin dalam siklus pasar.

Sentimen negatif juga tercermin dari indeks Fear & Greed yang sempat berada pada kisaran 26–34 pada awal November.

Dalam pengamatan lain yang dikutip artikel sumber, Crypto Fear & Greed Index CoinMarketCap mencatat angka 41, menunjukkan sentimen yang belum sepenuhnya pulih.

Indeks tersebut dapat berubah setiap hari dan berbeda antarpenyedia karena menggunakan metodologi perhitungan masing-masing.

Menariknya, tekanan harga setelah peretasan Binance berlangsung relatif singkat.

Glassnode mencatat pasar menyerap dampak awal peretasan dalam hitungan hari, meskipun nilai aset terdampak mencapai lebih dari US$6,3 miliar.

Dalam pembaruan resmi 3 November, Binance juga mengungkapkan telah mengganti sekitar 98 persen aset terdampak menggunakan sumber daya perusahaan, termasuk cadangan perlindungan pengguna.

Namun, penggantian aset tersebut berbeda dari pemulihan dana curian secara langsung dari pelaku.

Sebelumnya, Coin Edition Indonesia melaporkan bahwa FBI mengaitkan peretasan Binance dengan kelompok TraderTraitor asal Korea Utara.

Respons harga Bitcoin yang relatif terbatas menunjukkan adanya permintaan yang mampu menyerap tekanan awal. Meski demikian, satu peristiwa belum cukup untuk membuktikan bahwa Bitcoin telah kebal terhadap insiden keamanan besar.

Ikuti kami di X untuk pembaruan kripto secara real-time.

Bitcoin Rainbow Chart Masuk Zona Still Cheap, Artinya BTC Masih Murah?

Selain ketahanan harga, perhatian investor tertuju pada posisi Bitcoin dalam siklus pasar jangka panjang.

Berdasarkan Bitcoin Rainbow Chart dari CoinGlass, BTC berada di sekitar US$79.756,94 dalam pengamatan yang digunakan artikel sumber.

Pada grafik tersebut, Bitcoin menempati bagian bawah hingga tengah dari saluran pertumbuhan logaritmik jangka panjang, tepatnya di zona hijau muda bertanda “Still Cheap”.

Sumber: CoinGlass

Zona ini berada di bawah kategori kuning “HODL!” dan jauh dari kelompok valuasi tinggi berwarna oranye hingga merah.

Bitcoin Rainbow Chart menggunakan pita harga berwarna untuk menggambarkan posisi Bitcoin terhadap kurva pertumbuhan historis.

Zona terendah mencakup “Fire Sale” dan “BUY!”, sedangkan kategori atas meliputi “Is This a Bubble?”, “FOMO”, dan “Maximum Bubble”.

Secara historis, area berwarna merah sering digunakan untuk menggambarkan periode spekulasi tinggi menjelang puncak siklus.

Sementara itu, zona hijau menunjukkan bahwa harga Bitcoin belum mencapai tingkat valuasi yang dianggap terlalu panas berdasarkan model tersebut.

Dengan posisi saat ini, Bitcoin tidak berada di wilayah diskon terdalam, tetapi juga belum memasuki zona ekstrem yang sering dikaitkan dengan euforia pasar.

Namun, label “Still Cheap” bukan berarti harga Bitcoin secara objektif berada di bawah nilai wajarnya.

Rainbow Chart merupakan model statistik berbasis tren historis, bukan pengukuran nilai intrinsik Bitcoin. Hasilnya juga dapat berbeda apabila penyedia menggunakan kurva atau metodologi yang berbeda.

Karena itu, indikator ini lebih tepat digunakan sebagai alat pembanding siklus jangka panjang daripada sinyal pembelian yang berdiri sendiri.

Prediksi Harga Bitcoin: Support US$75.700–US$77.700 Jadi Penentu

Meski pemulihan Bitcoin terlihat cukup kuat, sejumlah level teknikal masih perlu diperhatikan untuk menilai peluang kenaikan berikutnya.

Dalam laporan on-chain Glassnode, terdapat dua area support penting.

Pertama, True Market Mean berada di sekitar US$77.700, yang menggambarkan estimasi basis biaya rata-rata investor aktif berdasarkan metodologi Glassnode.

Kedua, Short-Term Holder Cost Basis berada di sekitar US$75.700, yang mencerminkan rata-rata harga perolehan investor jangka pendek.

Kedua level tersebut menjadi area penting untuk mempertahankan struktur pemulihan Bitcoin setelah koreksi dari puncak September.

Sementara itu, resistance utama berada di sekitar US$81.700, berdekatan dengan indikator moving average 365 hari.

Level ini juga disoroti dalam analisis CryptoQuant, yang menunjukkan Bitcoin masih menghadapi hambatan pada zona US$80.200–US$81.700.

Jika harga berhasil kembali bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan dapat terbuka.

Namun, apabila Bitcoin gagal mempertahankan zona US$75.000–US$76.000, risiko koreksi yang lebih dalam akan meningkat.

Data likuidasi Glassnode juga menunjukkan konsentrasi posisi short yang cukup besar di sekitar US$87.000.

Apabila BTC bergerak naik menuju area tersebut, penutupan paksa sebagian posisi short berpotensi memperkuat momentum kenaikan.

Sebaliknya, keberadaan likuidasi tersebut tidak menjamin harga pasti mencapai US$87.000.

Level Penting Harga Bitcoin

IndikatorLevel HargaPeran
Moving Average 365 HariUS$81.700Resistance utama
True Market MeanUS$77.700Support on-chain
Short-Term Holder Cost BasisUS$75.700Support pemegang jangka pendek
Zona Risiko PenurunanUS$75.000–US$76.000Area yang perlu dipertahankan
Konsentrasi Likuidasi ShortUS$87.000Potensi pemicu volatilitas jika harga naik

Level berdasarkan laporan Glassnode dan CryptoQuant serta pengamatan grafik dalam artikel sumber, bukan harga real-time.

Apakah Bitcoin Sedang Memasuki Fase Akumulasi?

Sejumlah indikator menunjukkan bahwa koreksi Bitcoin telah mengurangi sebagian aktivitas spekulatif yang sebelumnya menumpuk di pasar.

Glassnode menemukan banyak posisi long dengan leverage tinggi telah terlikuidasi selama penurunan dari puncak September.

Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi risiko rangkaian likuidasi lanjutan, meskipun tidak menghilangkan kemungkinan koreksi baru.

Aktivitas perdagangan spot juga masih relatif terjaga.

Dalam laporan yang sama, Glassnode mencatat volume perdagangan spot dan ETF berdasarkan rata-rata tujuh hari masih sekitar 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan periode sebelum kenaikan harga pada Agustus.

Namun, permintaan dari investor melalui ETF Bitcoin spot AS belum menunjukkan pemulihan yang konsisten.

Glassnode mencatat arus keluar bersih hampir US$1 miliar dari produk ETF Bitcoin spot AS selama dua minggu menjelang laporannya pada 4 November.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan harga belum sepenuhnya didukung oleh masuknya modal baru dari pasar keuangan tradisional.

Bagi investor Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa ketahanan harga setelah peretasan dan posisi Rainbow Chart di zona relatif rendah bukan jaminan dimulainya reli baru.

Dalam prediksi harga Bitcoin November 2026 yang diterbitkan Coin Edition Indonesia, tekanan jual dan ketidakpastian arus ETF juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan BTC.

Untuk saat ini, kemampuan Bitcoin bertahan di atas US$75.700–US$77.700 dan menembus resistance US$81.700 akan menjadi petunjuk penting mengenai arah pasar berikutnya.

Pemulihan cepat setelah peretasan Binance menunjukkan daya tahan yang menarik, tetapi konfirmasi tren bullish masih membutuhkan permintaan berkelanjutan, arus modal yang lebih kuat, dan penembusan resistance yang meyakinkan.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.