Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP Beda Arah, Mana yang Paling Rawan?

Last Updated:
Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP Beda Arah, Mana yang Paling Rawan?
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bitcoin berusaha melanjutkan pemulihan, tetapi resistance US$80.500 masih menjadi penghalang sebelum menuju US$82.420.
  • Ethereum menghadapi risiko penurunan menuju US$2.200 karena tekanan bearish masih mendominasi di bawah US$2.350.
  • XRP perlu mempertahankan support US$1,2577 untuk menghindari koreksi lebih dalam menuju US$1,2000 hingga US$1,1531.

Prediksi harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP menunjukkan arah yang berbeda ketika pasar kripto berusaha menemukan momentum setelah tekanan jual pada akhir Oktober.

Bitcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan 0,86 persen dalam 24 jam menuju US$78.120. Namun, aset kripto terbesar tersebut masih harus melewati resistance US$80.500 sebelum berpeluang kembali menguji US$82.420.

Sementara itu, Ethereum dan XRP menghadapi kondisi teknikal yang lebih lemah. Keduanya masih diperdagangkan di bawah exponential moving average (EMA) utama, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Perbedaan tersebut membuat sejumlah level support dan resistance menjadi penting untuk menentukan apakah pasar akan melanjutkan pemulihan atau kembali mengalami koreksi.

Prediksi Harga Bitcoin: BTC Berusaha Bangkit, tetapi US$80.500 Menghadang

Bitcoin menunjukkan momentum pemulihan setelah sebelumnya menghadapi tekanan jual di sekitar US$82.420.

Berdasarkan grafik BTC di TradingView, harga berada di sekitar US$78.120 pada saat analisis dilakukan, menguat 0,86 persen dalam sehari.

Perkembangan positifnya, BTC berhasil merebut kembali EMA 100 hari pada US$77.798. Level Fibonacci retracement 0,618 di sekitar US$77.927 juga menjadi area support terdekat.

Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya mengubah struktur teknikal.

Bitcoin masih menghadapi EMA 20 hari di US$79.717 dan EMA 50 hari pada US$80.054. Kedua indikator tersebut membentuk zona resistance yang perlu dilewati pembeli sebelum harga dapat bergerak lebih tinggi.

Resistance berikutnya berada di sekitar US$80.500.

Penembusan yang bertahan di atas level tersebut dapat memperkuat peluang BTC menguji kembali US$82.420, area yang sebelumnya memicu tekanan jual.

DMI Bitcoin Mulai Memihak Pembeli

Indikator Directional Movement Index (DMI) menunjukkan perkembangan yang lebih positif.

Nilai positive directional indicator (+DI) berada pada 24,24, sementara negative directional indicator (-DI) tercatat 12,11.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum pergerakan naik relatif lebih dominan daripada tekanan turun dalam pembacaan indikator saat ini.

Sementara itu, Average Directional Index (ADX) berada pada 28,21, menandakan tren memiliki kekuatan yang cukup berarti.

Namun, ADX hanya mengukur kekuatan tren, bukan menjamin harga akan terus naik. Karena Bitcoin masih berada di bawah EMA 20 dan 50 hari, konfirmasi breakout tetap diperlukan.

Pada sisi bawah, area US$77.800 menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Jika BTC kehilangan level tersebut, harga berpotensi kembali menguji US$76.523 sebelum mendekati titik terendah terbaru pada US$75.736.

Dengan demikian, pemulihan Bitcoin masih memiliki peluang berlanjut, tetapi keberhasilan menembus US$80.500 menjadi syarat penting bagi penguatan berikutnya.

Sebelumnya, analisis Bitcoin November di Coin Edition Indonesia juga menyoroti hambatan di sekitar EMA jangka pendek dan risiko pengujian ulang support setelah pelemahan Oktober.

Prediksi Harga Ethereum: ETH Terancam Kembali ke US$2.200?

Berbeda dari Bitcoin, Ethereum masih menunjukkan tekanan jual yang lebih kuat setelah sebelumnya mengalami koreksi dari area US$2.800.

Pada pengamatan dalam artikel sumber, ETH diperdagangkan sekitar US$2.296, berada di bawah empat EMA harian utama.

Berdasarkan grafik Ethereum di TradingView, harga juga telah kehilangan level Fibonacci retracement 0,5 pada US$2.330,54.

EMA 200 hari di US$2.315,92 kini menjadi resistance terdekat.

Di atasnya, EMA 20 dan 100 hari membentuk zona resistance tambahan di sekitar US$2.345–US$2.350.

Sementara itu, EMA 50 hari berada pada US$2.405,80, sehingga pemulihan yang lebih kuat masih harus melewati beberapa hambatan teknikal.

Tekanan Bearish Ethereum Belum Mereda

Indikator DMI memperlihatkan dominasi penjual yang cukup jelas.

Negative directional indicator (-DI) berada pada 30,61, jauh lebih tinggi daripada positive directional indicator (+DI) di 13,86.

ADX sebesar 25,52 turut menunjukkan bahwa tren penurunan memiliki kekuatan yang berarti.

Kombinasi tersebut mengindikasikan bahwa pembeli belum berhasil mengambil alih momentum meskipun harga telah terkoreksi cukup dalam.

Support terdekat yang perlu diperhatikan berada pada US$2.260.

Jika Ethereum mencatat penutupan harian di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju US$2.217, kemudian level psikologis US$2.200.

Sebaliknya, ETH membutuhkan pemulihan di atas US$2.350 untuk memperlihatkan tanda awal perubahan momentum.

Jika resistance tersebut berhasil ditembus, target berikutnya berada pada US$2.405 sebelum harga berpeluang menuju US$2.443,28.

Namun, selama ETH belum mampu merebut kembali EMA utama, risiko koreksi masih lebih besar dibandingkan peluang pembalikan bullish yang berkelanjutan.

Dalam analisis Ethereum November sebelumnya, Coin Edition Indonesia juga mengidentifikasi lemahnya struktur teknikal ETH setelah penurunan harga sepanjang Oktober.

Prediksi Harga XRP: Support US$1,2577 Jadi Pertahanan Terakhir?

XRP juga belum memperlihatkan pemulihan yang meyakinkan ketika harga masih bergerak di bawah seluruh EMA harian utama.

Berdasarkan grafik XRP di TradingView, token tersebut diperdagangkan sekitar US$1,2769, tidak jauh dari support Fibonacci retracement 0,382 di US$1,2577.

Area tersebut menjadi level penting untuk mempertahankan peluang stabilisasi jangka pendek.

Namun, struktur teknikal XRP masih menunjukkan sejumlah hambatan.

EMA 20 hari berada di US$1,3004, menjadi resistance pertama yang harus ditembus pembeli.

Jika berhasil melewati level tersebut, XRP akan menghadapi resistance berikutnya pada US$1,3238 dan US$1,3351.

Sementara itu, EMA 200 hari pada US$1,3631 menjadi area yang perlu direbut kembali untuk memperkuat prospek pemulihan dalam jangka menengah.

Penjual Masih Menguasai Momentum XRP

Seperti Ethereum, indikator DMI XRP juga menunjukkan tekanan jual yang masih dominan.

Negative directional indicator berada pada 20,12, lebih tinggi dibandingkan positive directional indicator sebesar 16,97.

ADX tercatat 25,43, mengindikasikan bahwa tren yang sedang berlangsung memiliki kekuatan cukup berarti.

Meski demikian, selisih kedua indikator arah tidak sebesar yang terlihat pada Ethereum.

Artinya, tekanan bearish XRP masih perlu diperhatikan, tetapi kemampuan harga mempertahankan support terdekat dapat memberikan ruang untuk konsolidasi.

Jika XRP berhasil bertahan di atas US$1,2577, harga berpotensi membangun stabilisasi sebelum kembali mencoba menguji US$1,3004.

Namun, penutupan harian di bawah US$1,2577 dapat membuka risiko penurunan menuju US$1,2420.

Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada pada US$1,2000, sebelum area Fibonacci retracement 0,236 di US$1,1531 menjadi perhatian.

Sebelumnya, prediksi harga XRP November di Coin Edition Indonesia juga menempatkan US$1,30 sebagai resistance utama yang harus ditembus agar tekanan dalam tren menurun mulai mereda.

Bitcoin, Ethereum, atau XRP: Mana yang Lebih Kuat?

Perbandingan indikator teknikal memperlihatkan bahwa Bitcoin memiliki momentum jangka pendek yang relatif lebih baik dibandingkan Ethereum dan XRP.

BTC telah kembali berada di atas EMA 100 hari, sementara pembacaan DMI menunjukkan dominasi momentum naik.

Sebaliknya, Ethereum dan XRP masih diperdagangkan di bawah seluruh EMA utama, dengan indikator arah yang cenderung menguntungkan penjual.

Berikut ringkasan level teknikal ketiganya:

AsetHarga PengamatanResistance UtamaSupport Terdekat
Bitcoin (BTC)US$78.120US$80.500US$77.800
Ethereum (ETH)US$2.296US$2.350US$2.260
XRPUS$1,2769US$1,3004US$1,2577

Dari ketiganya, Bitcoin menunjukkan struktur pemulihan jangka pendek yang paling menjanjikan, meskipun belum berhasil mengonfirmasi breakout di atas resistance utama.

Ethereum menghadapi tekanan bearish lebih kuat berdasarkan selisih indikator DMI, sementara XRP berada cukup dekat dengan support yang menentukan risiko penurunan berikutnya.

Namun, perbandingan ini tidak berarti Bitcoin pasti menguat atau Ethereum dan XRP pasti melemah.

Jika Bitcoin gagal menembus US$80.500 dan kembali kehilangan support, sentimen pasar secara keseluruhan juga dapat memburuk.

Sebaliknya, pemulihan BTC yang berkelanjutan dapat membantu memperbaiki minat terhadap aset kripto lainnya, meskipun setiap token tetap membutuhkan konfirmasi teknikal masing-masing.

Untuk saat ini, tiga level yang paling perlu diperhatikan adalah US$80.500 pada Bitcoin, US$2.350 pada Ethereum, dan US$1,2577 pada XRP.

Pergerakan harga di sekitar area tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan pembeli dan penjual dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.