Prediksi Harga Cardano: ADA Uji US$0,20 Jelang The Fed

Last Updated:
Prediksi Harga Cardano: ADA Uji US$0,20 Jelang The Fed
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Prediksi harga Cardano untuk 29 Oktober masih bearish selama ADA berada di bawah US$0,2111, yang kini menjadi resistance berdasarkan Candle Range Theory (CRT).
  • Open interest ADA naik 8,24 persen menjadi US$462,69 juta, meskipun harga masih berada di bawah seluruh EMA utama pada grafik harian.
  • Cardano PRIME mengumumkan kelompok proyek DeFi gelombang pertama, dengan target pertumbuhan TVL lebih dari US$200 juta dalam 12 bulan.

Prediksi harga Cardano (ADA) untuk Kamis, 29 Oktober 2026, masih menunjukkan kecenderungan bearish selama token tersebut diperdagangkan di bawah US$0,2111. Level ini menjadi resistance penting setelah harga menembus batas bawah pola Candle Range Theory (CRT) yang sebelumnya terbentuk pada grafik harian.

Berdasarkan data perdagangan dalam analisis 28 Oktober, ADA berada di sekitar US$0,2055, turun tipis 0,07 persen dan masih bertahan di atas support psikologis US$0,20.

Namun, harga tetap berada di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan momentum yang masih lemah.

Di sisi lain, aktivitas pasar derivatif mulai meningkat. Open interest Cardano naik 8,24 persen menjadi US$462,69 juta, meskipun harga belum memberikan konfirmasi pemulihan.

Perhatian investor juga tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang akan diumumkan pada 29 Oktober dini hari WIB.

Sementara itu, perkembangan fundamental Cardano menghadirkan sejumlah kabar baru, termasuk pengumuman kelompok proyek DeFi pertama dalam program Cardano PRIME dan dukungan staking ADA melalui layanan ChatterPay di WhatsApp.

Analisis Harga Cardano: ADA Kehilangan Range CRT, US$0,20 Jadi Support

Berdasarkan grafik harian ADA/USD, Cardano masih berupaya mempertahankan harga di atas US$0,20 setelah mengalami penurunan dari area perdagangan sebelumnya.

Harga ADA di sekitar US$0,2055 menunjukkan bahwa token tersebut telah bergerak di bawah rentang Candle Range Theory (CRT), yang menjadi dasar analisis teknikal terbaru.

CRT merupakan pendekatan analisis harga yang menggunakan titik tertinggi dan terendah suatu candle sebagai rentang acuan.

Trader kemudian mengamati apakah harga mengambil likuiditas di atas atau di bawah rentang tersebut, sebelum bergerak kembali ke dalam atau menuju sisi lainnya.

Dalam analisis Cardano kali ini, rentang CRT berasal dari candle 18 Oktober, dengan batas atas sekitar US$0,2219 dan batas bawah US$0,2111.

Pada 21 Oktober, ADA sempat menembus batas atas rentang tersebut. Namun, harga kemudian berbalik turun dan menembus batas bawahnya pada hari berikutnya.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pengambilan likuiditas di atas rentang tidak berhasil berkembang menjadi kenaikan yang berkelanjutan.

Sebaliknya, tekanan jual membawa ADA keluar dari sisi bawah CRT.

Candle harian sebelumnya ditutup di sekitar US$0,2057, sekitar 2,6 persen di bawah batas bawah CRT pada US$0,2111.

Dengan demikian, pola pergerakan dari batas atas menuju batas bawah rentang telah terjadi, sementara candle terbaru masih bergerak di bawah area tersebut.

Kondisi ini membuat US$0,2111 berubah menjadi resistance terdekat yang perlu direbut kembali pembeli.

Jika ADA berhasil mencatat penutupan harian di atas level tersebut, harga berpotensi kembali memasuki rentang CRT dan menguji resistance berikutnya.

Namun, selama harga bertahan di bawah US$0,2111, tekanan bearish masih menjadi skenario utama.

Empat EMA Harian Masih Membatasi Pemulihan ADA

Selain kehilangan rentang CRT, Cardano masih berada di bawah empat EMA utama pada grafik harian.

EMA 100 hari tercatat pada US$0,2183, sedangkan EMA 20 hari berada di US$0,2197.

Tidak jauh di atasnya, EMA 50 hari berada pada US$0,2232, sementara EMA 200 hari terletak lebih tinggi pada US$0,2374.

Susunan ini menunjukkan bahwa ADA menghadapi beberapa lapisan resistance apabila berhasil memulai rebound.

Dari sisi momentum, RSI berada di 36,40, lebih rendah daripada rata-ratanya pada 39,76 dan masih di bawah batas netral 50.

Pembacaan tersebut memperlihatkan bahwa momentum harga masih cenderung melemah meskipun ADA belum kembali mengalami penurunan tajam.

Berdasarkan struktur tersebut, ADA dinilai lebih berpeluang tetap berada di bawah US$0,2111 dan menguji US$0,20 pada 29 Oktober dibandingkan langsung membangun pemulihan yang kuat.

Namun, jika harga berhasil menutup perdagangan di atas US$0,2111, EMA 100 hari pada US$0,2183 menjadi resistance berikutnya yang perlu diperhatikan.

Support dan Resistance Cardano untuk 29 Oktober 2026

Berikut level teknikal utama berdasarkan analisis grafik 28 Oktober.

JenisHargaKeterangan
ResistanceUS$0,2111Batas bawah CRT yang berubah menjadi resistance
ResistanceUS$0,2183EMA 100 hari
ResistanceUS$0,2197EMA 20 hari
Resistance lanjutanUS$0,2219Batas atas CRT
Resistance lanjutanUS$0,2232EMA 50 hari
Resistance lanjutanUS$0,2374EMA 200 hari
SupportUS$0,2050Titik terendah harian
SupportUS$0,2000Area psikologis dekat titik terendah 25 Oktober
SupportUS$0,1900Area terendah pertengahan September

Support US$0,2050 menjadi pertahanan terdekat sebelum harga berpotensi kembali menguji US$0,20.

Apabila level psikologis tersebut gagal bertahan, area US$0,19 dapat menjadi tujuan koreksi berikutnya.

Sementara itu, keberhasilan merebut kembali US$0,2111 menjadi syarat awal untuk mengurangi tekanan bearish.

Analis LuckSide Crypto Soroti Potensi Rebound ADA Setelah FOMC

Selain struktur teknikal, perkembangan makroekonomi menjadi faktor penting bagi pergerakan Cardano.

Dalam video yang dipublikasikan melalui kanal YouTube LuckSide Crypto, analis tersebut menyoroti pelemahan ADA menjelang keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Oktober waktu Amerika Serikat (AS).

Saat video direkam, ADA dilaporkan turun sekitar 1,4 persen, sementara Bitcoin melemah kurang lebih 0,25 persen.

Menurut LuckSide, tekanan harga tersebut memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung selama beberapa pekan menjelang pertemuan The Fed.

Namun, ia menilai pasar memiliki peluang mengalami perubahan arah setelah pengumuman kebijakan moneter.

Argumennya adalah bahwa pasar terkadang bergerak berlawanan dengan tren yang terbentuk sebelum pertemuan FOMC.

Dengan demikian, jika The Fed mempertahankan suku bunga dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh tidak terlalu hawkish, LuckSide memperkirakan peluang rebound pasar kripto dapat meningkat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa skenario tersebut bukan kepastian maupun rekomendasi investasi.

Hidden Bullish Divergence Muncul pada Grafik ADA

LuckSide juga menyoroti kemungkinan terbentuknya pola hidden bullish divergence pada Cardano.

Pola tersebut muncul ketika harga membentuk titik terendah yang lebih tinggi atau higher low, sementara RSI membentuk titik terendah yang lebih rendah atau lower low.

Dalam analisis teknikal, pola ini kerap diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa momentum penurunan pada indikator tidak sepenuhnya sejalan dengan struktur harga.

LuckSide menyebut pola serupa juga terlihat pada Bitcoin.

Namun, divergensi tersebut belum cukup untuk memastikan ADA akan mengalami kenaikan.

Konfirmasi pemulihan tetap membutuhkan pergerakan harga di atas resistance, terutama batas bawah CRT pada US$0,2111.

Analis tersebut juga mengaitkan perkembangan sentimen pasar dengan pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran mengenai syarat penyelesaian konflik.

Menurut LuckSide, perkembangan diplomatik tersebut dapat membantu mengurangi sebagian ketidakpastian geopolitik.

Namun, pernyataan mengenai persyaratan untuk mengakhiri konflik tidak sama dengan tercapainya kesepakatan damai.

Karena itu, risiko geopolitik tetap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga aset berisiko, termasuk Cardano.

Bagi pembaca Indonesia, keputusan FOMC dijadwalkan diumumkan pada Kamis, 29 Oktober pukul 01.00 WIB, disusul konferensi pers Kevin Warsh pada pukul 01.30 WIB.

Sebelumnya, Coin Edition Indonesia juga telah membahas keputusan The Fed dan jadwal rilis inflasi PCE pada 29 Oktober, yang berpotensi menjadi dua katalis penting bagi pasar kripto dalam satu hari.

Cardano PRIME Umumkan Kelompok Proyek DeFi Pertama

Di tengah tekanan harga ADA, ekosistem Cardano mendapatkan perkembangan baru melalui program Cardano PRIME.

Program tersebut dijalankan oleh AlphaGrowth untuk memperkuat infrastruktur decentralized finance (DeFi), meningkatkan likuiditas, dan menarik aktivitas ekonomi baru ke blockchain Cardano.

Menurut LuckSide Crypto, Cardano PRIME telah mengumumkan kelompok pengembang pertama yang masuk dalam program tersebut.

Pengembang yang diperkenalkan mencakup Sundae Labs, Liqwid, Indigo, Steer, Via Labs, Rebond, Dial, Midgard Labs, dan TxPipe.

Proyek-proyek tersebut memiliki fokus berbeda, mulai dari layanan perdagangan dan pinjaman hingga infrastruktur likuiditas, aset dunia nyata, pembayaran, serta keamanan smart contract.

Berikut gambaran bidang pengembangan dalam gelombang pertama Cardano PRIME.

BidangProyek dan pengembangan
Perdagangan dan pinjamanSundae Labs mengembangkan fitur pasar inti SundaeSwap V4, Liqwid menyiapkan pasar pinjaman terisolasi V3, dan Indigo meningkatkan protokol aset sintetisnya
Likuiditas dan bridgingSteer mengembangkan vault likuiditas otomatis, sementara Via Labs membangun infrastruktur perpindahan aset dari jaringan EVM dan bursa menuju Cardano
RWA dan pembayaranRebond mengembangkan marketplace obligasi dengan imbal hasil tetap, sementara Dial menghubungkan nomor telepon dengan pembayaran DeFi
Keamanan dan perangkat pengembangMidgard Labs dan TxPipe berperan dalam audit keamanan, dengan TxPipe juga menyediakan perangkat pengembangan

Salah satu proyek menarik berasal dari Rebond, yang berencana menghadirkan marketplace obligasi berbasis blockchain.

Produk awalnya mencakup obligasi medical stop-loss yang ditokenisasi, yaitu instrumen yang berkaitan dengan perlindungan terhadap biaya klaim kesehatan yang melampaui batas tertentu.

Sementara itu, peningkatan Liqwid, Indigo, dan SundaeSwap diharapkan dapat memperkuat layanan keuangan yang sudah tersedia dalam ekosistem Cardano.

Namun, pengumuman kelompok pengembang tersebut tidak otomatis berarti seluruh hibah telah dicairkan.

Sejumlah proposal pendanaan masih melalui proses persetujuan Operating Group, termasuk pengawasan terhadap kebutuhan audit keamanan sebelum produk diluncurkan.

Cardano PRIME Targetkan Tambahan TVL US$200 Juta

Dalam pembahasannya, LuckSide Crypto menyebut Cardano PRIME memiliki peluang mendorong pertumbuhan aktivitas DeFi sekitar US$200 juta.

Angka tersebut berkaitan dengan target program untuk meningkatkan total value locked (TVL), yaitu nilai aset yang tersimpan dalam protokol DeFi.

Berdasarkan informasi resmi AlphaGrowth, Cardano PRIME merupakan program selama 12 bulan dengan alokasi pertumbuhan sebesar 120 juta ADA.

Program itu menargetkan tambahan TVL berkualitas lebih dari US$200 juta, yang diukur berdasarkan peningkatan aktivitas dan likuiditas baru dalam ekosistem.

Dengan demikian, US$200 juta bukan nilai hibah yang telah diberikan kepada kelompok pengembang pertama.

Target tersebut merupakan sasaran pertumbuhan DeFi yang masih perlu direalisasikan.

Situs resmi Cardano juga mencantumkan Cardano PRIME sebagai program pendanaan dan insentif untuk protokol DeFi, dengan komponen hibah ekosistem sekitar US$5,6 juta.

Jika proyek-proyek yang terlibat berhasil meningkatkan penggunaan aplikasi dan menarik likuiditas baru, ekosistem Cardano berpotensi memperoleh manfaat jangka panjang.

Namun, perkembangan tersebut belum tentu langsung meningkatkan harga ADA dalam jangka pendek.

Sebelumnya, analisis harga Cardano untuk 24 Oktober di Coin Edition Indonesia menyoroti resistance EMA 100 hari dan perkembangan regulasi kripto AS.

Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa ADA kini menghadapi tekanan tambahan setelah kehilangan area US$0,2111.

Staking ADA Kini Diumumkan Tersedia melalui WhatsApp

Perkembangan lain datang dari ChatterPay, layanan pembayaran kripto yang terintegrasi dengan WhatsApp.

Menurut LuckSide Crypto, ChatterPay sebelumnya telah menambahkan dukungan pembayaran menggunakan ADA, USDCx, USDM, dan USDA melalui WhatsApp.

Kini, layanan tersebut juga mengumumkan fitur staking ADA yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam mekanisme delegasi jaringan Cardano melalui antarmuka yang terhubung dengan WhatsApp.

Dalam pengumuman ChatterPay pada 26 Oktober, proyek tersebut menyatakan fitur staking Cardano mulai diluncurkan bersama dukungan delegasi tata kelola.

Fitur staking memungkinkan pemegang ADA mendelegasikan hak staking kepada stake pool untuk berpartisipasi dalam keamanan jaringan dan berpotensi memperoleh reward.

Sementara itu, delegasi tata kelola memberikan kesempatan kepada pemegang ADA untuk menentukan perwakilan yang berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan jaringan.

Namun, ketersediaan fitur dan persyaratan pengguna perlu diperiksa melalui layanan resmi ChatterPay sebelum digunakan.

LuckSide menilai integrasi tersebut menarik karena WhatsApp memiliki lebih dari tiga miliar pengguna di seluruh dunia.

Menurutnya, penggunaan aplikasi percakapan yang sudah dikenal luas dapat mengurangi hambatan awal bagi pengguna yang ingin mencoba layanan berbasis Cardano.

Namun, besarnya jumlah pengguna WhatsApp tidak otomatis berarti mereka seluruhnya memiliki akses ke staking ADA atau akan menjadi pengguna aktif Cardano.

Keberhasilan integrasi tersebut tetap bergantung pada kemudahan penggunaan, keamanan, ketersediaan layanan, serta tingkat adopsi yang benar-benar tercapai.

Open Interest Cardano Naik 8,24 Persen, Likuidasi Long Masih Dominan

Aktivitas perdagangan derivatif Cardano mulai meningkat meskipun ADA masih berada di bawah seluruh EMA utama pada grafik harian.

Berdasarkan snapshot data derivatif Cardano dari CoinGlass, open interest naik 8,24 persen menjadi US$462,69 juta.

Pada periode yang sama, volume perdagangan derivatif meningkat 5,80 persen menjadi US$330,04 juta.

Kenaikan open interest mengindikasikan bahwa nilai kontrak derivatif yang masih terbuka bertambah ketika harga ADA menghadapi tekanan.

Namun, peningkatan tersebut tidak otomatis menunjukkan sentimen bullish karena kontrak derivatif melibatkan posisi long maupun short.

Data likuidasi memperlihatkan perubahan menarik antara periode 24 jam dan 12 jam terakhir.

Selama 24 jam, total likuidasi ADA mencapai sekitar US$194.430, dengan posisi long menyumbang US$150.000 atau sekitar 77 persen.

Artinya, sebagian besar kerugian akibat penutupan paksa posisi pada periode tersebut dialami trader yang memperkirakan kenaikan harga.

Namun, data 12 jam menunjukkan kondisi berbeda.

Dari total likuidasi US$34.660, posisi short menyumbang sekitar US$31.920 atau sekitar 92 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan likuidasi tidak berlangsung pada satu sisi pasar sepanjang waktu.

Ketika harga mengalami rebound singkat, trader short juga dapat menghadapi penutupan posisi secara paksa.

Berikut ringkasan indikator derivatif Cardano.

IndikatorNilai
Volume derivatifUS$330,04 juta, naik 5,80 persen
Open interestUS$462,69 juta, naik 8,24 persen
Likuidasi 24 jamUS$194.430, termasuk long US$150.000
Likuidasi 12 jamUS$34.660, termasuk short US$31.920
Rasio akun long/short Binance1,91
Rasio akun long/short OKX2,68

Rasio akun long terhadap short pada Binance berada di 1,91, sementara OKX menunjukkan rasio 2,68.

Kedua angka tersebut mengindikasikan bahwa jumlah akun yang mengambil posisi long lebih besar daripada akun short dalam kelompok pengamatan masing-masing.

Namun, rasio tersebut mengukur jumlah akun, bukan nilai nominal seluruh posisi perdagangan.

Karena itu, data tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan bahwa dana yang ditempatkan pada posisi long lebih besar daripada posisi short dalam proporsi yang sama.

Meski sebagian trader masih mengantisipasi rebound, struktur harga ADA belum memberikan konfirmasi bullish.

Kondisi tersebut juga menimbulkan risiko volatilitas tambahan menjelang pengumuman FOMC, ketika perubahan harga mendadak dapat memicu likuidasi posisi berleverage.

Prediksi Harga Cardano 29 Oktober: Skenario Bullish dan Bearish

Skenario Bullish: ADA Berpeluang Naik ke US$0,2197

Skenario bullish membutuhkan kemampuan ADA merebut kembali batas bawah CRT pada US$0,2111.

Jika harga berhasil mencatat penutupan harian di atas level tersebut dan mempertahankannya sebagai support, peluang pemulihan dapat semakin terbuka.

Dalam kondisi itu, resistance berikutnya berada pada EMA 100 hari di US$0,2183.

Jika pembeli berhasil menembus EMA tersebut, target kenaikan berikutnya berada pada EMA 20 hari di US$0,2197.

Tidak jauh di atasnya, batas atas CRT pada US$0,2219 dan EMA 50 hari di US$0,2232 juga menjadi hambatan tambahan.

Skenario ini dapat memperoleh dukungan apabila The Fed mempertahankan suku bunga dan komunikasi Kevin Warsh tidak meningkatkan kekhawatiran terhadap pengetatan moneter.

Namun, keputusan mempertahankan suku bunga saja tidak menjamin harga ADA akan naik.

Pasar juga akan mempertimbangkan arah dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah, serta perubahan sentimen risiko setelah pengumuman.

Karena itu, breakout di atas US$0,2111 tetap menjadi konfirmasi teknikal terpenting untuk memulai pemulihan.

Skenario Bearish: ADA Berisiko Turun ke US$0,19

Sebaliknya, skenario bearish tetap dominan apabila ADA gagal merebut kembali US$0,2111.

Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi menguji support terdekat US$0,2050 sebelum bergerak menuju level psikologis US$0,20.

Area US$0,20 menjadi perhatian karena berdekatan dengan titik terendah yang terbentuk pada 25 Oktober.

Jika harga kehilangan level tersebut dan mencatat penutupan harian di bawahnya, perhatian dapat beralih menuju US$0,19, yaitu area titik terendah pertengahan September.

Komentar The Fed yang lebih hawkish daripada perkiraan dapat meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko dan mendukung skenario penurunan tersebut.

Selain itu, peningkatan open interest menunjukkan bahwa pasar derivatif memiliki eksposur yang dapat memperbesar volatilitas apabila terjadi perubahan harga yang cepat.

Dengan demikian, selama ADA masih berada di bawah US$0,2111, risiko penurunan menuju US$0,20 tetap perlu diperhatikan.

FAQ

Bagaimana prediksi harga Cardano untuk 29 Oktober 2026?

Prediksi harga ADA masih bearish selama berada di bawah US$0,2111. Jika harga gagal merebut kembali level tersebut, support US$0,20 berpotensi diuji. Sebaliknya, penutupan harian di atas US$0,2111 dapat membuka peluang kenaikan menuju EMA 100 hari di US$0,2183 dan EMA 20 hari di US$0,2197.

Mengapa harga Cardano turun?

ADA bergerak di bawah rentang CRT dan seluruh EMA utama, sementara RSI berada di 36,40. LuckSide Crypto mengaitkan sebagian tekanan pasar dengan pelemahan menjelang pertemuan FOMC. Namun, grafik teknikal dan data derivatif tidak cukup untuk memastikan satu penyebab utama penurunan.

Berapa support terpenting Cardano saat ini?

Support terdekat berada pada US$0,2050, diikuti level psikologis US$0,20. Jika harga kehilangan US$0,20, support berikutnya berada di sekitar US$0,19.

Apa itu Cardano PRIME?

Cardano PRIME merupakan program pertumbuhan DeFi yang dijalankan AlphaGrowth. Program ini mendukung pengembangan infrastruktur, likuiditas, dan produk DeFi dengan target peningkatan TVL berkualitas lebih dari US$200 juta dalam 12 bulan. Proyek yang diperkenalkan mencakup Sundae Labs, Liqwid, Indigo, Steer, Via Labs, Rebond, Dial, Midgard Labs, dan TxPipe.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.