- Coinbase menempatkan support Bitcoin pada US$80.000–US$82.000, dengan risiko koreksi menuju US$73.000–US$75.000 jika zona tersebut gagal bertahan.
- Eksposur gamma positif di sekitar US$80.000 berpotensi meredam volatilitas, tetapi tidak membuktikan kuatnya permintaan pembelian spot.
- Open interest BTCUSDT perpetual Binance turun dari pembacaan empat jam sebelumnya sekitar 94.600 BTC, mengindikasikan berkurangnya sebagian eksposur derivatif.
Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi ujian penting di sekitar US$80.000 menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 28 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat (AS). Meski pergerakan harga terlihat relatif tenang, stabilitas tersebut belum tentu mencerminkan kuatnya permintaan pembelian di pasar spot.
Berdasarkan pengamatan perdagangan Binance pada 26 Oktober, Bitcoin bergerak di sekitar US$80.276, sementara grafik empat jam menunjukkan harga sempat menyentuh titik terendah sekitar US$79.281.
Kondisi ini menempatkan BTC dekat zona support penting yang disoroti Coinbase Institutional. Dalam laporan terbarunya, Coinbase memperkirakan US$80.000–US$82.000 menjadi area pertahanan jangka pendek, dengan risiko penurunan menuju US$73.000–US$75.000 apabila zona tersebut gagal dipertahankan.
Namun, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah aktivitas lindung nilai atau hedging pada pasar opsi Bitcoin. Mekanisme ini berpotensi menahan pergerakan harga di sekitar level tertentu, sehingga trader perlu membedakan stabilitas akibat transaksi derivatif dengan permintaan spot yang benar-benar meningkat.
Mengapa Support Bitcoin US$80.000 Masih Rentan Ditembus?
Dalam laporan riset Coinbase Institutional pada 23 Oktober, volatilitas tersirat atau implied volatility Bitcoin untuk periode satu bulan berada di sekitar 35 persen.
Angka tersebut termasuk dalam kelompok 7 persen pembacaan terendah sejak 2019.
Sementara itu, volatilitas terealisasi atau realized volatility selama 30 hari tercatat sekitar 24 persen, lebih rendah daripada 97 persen pembacaan historis sejak 2013.
Kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi harga Bitcoin relatif terbatas dibandingkan banyak periode sebelumnya.
Namun, pergerakan harga yang tenang tidak otomatis berarti tekanan jual telah berakhir.
Coinbase mencatat bahwa eksposur gamma bersih positif dari dealer opsi telah meningkat ke level tertinggi sejak 22 Agustus, dengan konsentrasi terbesar berada pada harga pelaksanaan opsi atau strike price US$80.000.
Bagaimana Gamma Positif Memengaruhi Harga Bitcoin?
Gamma merupakan ukuran perubahan sensitivitas harga opsi terhadap pergerakan aset dasarnya. Dalam praktiknya, perubahan gamma dapat memengaruhi bagaimana dealer opsi menyesuaikan lindung nilai mereka.
Ketika dealer memiliki eksposur gamma positif atau long gamma, mereka umumnya cenderung membeli aset ketika harga turun dan menjual ketika harga naik untuk menyesuaikan posisi hedging.
Aktivitas tersebut dapat membantu memperlambat pergerakan harga dan menekan volatilitas di sekitar level strike yang menjadi pusat konsentrasi opsi.
Dengan demikian, salah satu penjelasan mengapa Bitcoin relatif stabil di sekitar US$80.000 adalah adanya aktivitas penyesuaian posisi dealer opsi.
Namun, pola tersebut tidak berarti pelaku pasar pasti akan mempertahankan support US$80.000.
Data GammaFlip pada 26 Oktober juga menempatkan Bitcoin dalam kondisi gamma positif, dengan estimasi gamma flip sekitar US$79.332.
Gamma flip merupakan area perkiraan ketika eksposur gamma bersih dealer berubah dari positif menjadi negatif, atau sebaliknya.
Ketika harga bergerak di atas area tersebut, aktivitas hedging berpotensi meredam fluktuasi. Namun, jika Bitcoin turun melewati batas gamma flip, efek stabilisasi dapat berkurang dan pergerakan intraday berpotensi menjadi lebih tajam.
Perlu diperhatikan bahwa level gamma flip berasal dari pemodelan posisi opsi, sehingga nilainya dapat berbeda antarlayanan dan berubah ketika posisi pasar bergeser.
Gamma positif bukan bukti bahwa pembeli spot sedang mengakumulasi Bitcoin.
Jika stabilitas harga terutama berasal dari penyesuaian posisi derivatif, support dapat menjadi lebih rentan ketika dealer mengubah posisi atau pasar menghadapi kejutan makroekonomi.
Bitcoin Menghadapi Ujian Likuiditas di Sekitar US$80.000
Di luar data opsi, struktur harga dan likuiditas memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi Bitcoin.
Grafik drawdown Bitcoin dari Glassnode menunjukkan bahwa BTC berada sekitar 35 persen di bawah harga tertinggi sepanjang masa dalam periode pengamatan tersebut.
Data ini memberikan konteks koreksi pasar yang lebih luas, tetapi tidak dapat digunakan secara langsung sebagai sinyal entry atau exit pada grafik harian.
Untuk menilai tekanan jual yang lebih meyakinkan, trader perlu memperhatikan penutupan candle harian dan respons harga ketika kembali menguji support yang telah ditembus.
Penurunan sesaat di bawah US$80.000 belum tentu mengonfirmasi breakdown apabila Bitcoin segera merebut kembali level tersebut.
Sebaliknya, penutupan harian di bawah support yang disusul kegagalan merebut kembali area tersebut dapat memberikan indikasi lebih kuat bahwa penjual mulai menguasai pergerakan harga.

Sumber: TradingView
Grafik empat jam memperlihatkan bahwa Bitcoin telah mundur dari area pertengahan US$80.000 menuju US$80.000.
Sementara itu, indikator peta likuiditas atau liquidity heatmap pada grafik tersebut menunjukkan potensi konsentrasi likuiditas di atas harga, terutama pada rentang US$86.000 hingga US$90.000.
Area likuiditas lain berada di bawah harga, sekitar US$76.000 hingga US$80.000.
Namun, zona-zona tersebut merupakan area pemantauan, bukan target harga yang dijamin akan tercapai.
Open Interest Binance Menurun, Posisi Berleverage Berkurang
Indikator pendanaan atau funding rate pada grafik menunjukkan angka positif sebesar 0,0082 persen, yang berarti posisi long membayar posisi short pada periode pendanaan terkait.
Sementara itu, data kontrak perpetual BTCUSDT Binance yang dikutip dalam analisis memperlihatkan funding rate sekitar 0,01 persen per delapan jam.
Open interest pada kontrak tersebut tercatat sekitar 93.600 BTC, lebih rendah dibandingkan pembacaan empat jam sebelumnya yang berada di sekitar 94.600 BTC.
Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 1.000 BTC dalam nilai kontrak terbuka.
Perubahan ini menunjukkan bahwa sebagian eksposur derivatif telah ditutup atau berkurang, meskipun data open interest saja tidak dapat memastikan apakah penurunan terutama berasal dari likuidasi posisi long, penutupan posisi short, atau transaksi lainnya.
Data tersebut juga hanya mencerminkan kontrak BTCUSDT perpetual Binance, bukan keseluruhan open interest Bitcoin pada semua bursa.
Dengan demikian, berkurangnya open interest dapat membantu mengurangi tekanan leverage, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi pemulihan harga.
Bitcoin Butuh Permintaan Spot untuk Mempertahankan Rebound
Untuk memperbaiki prospek jangka pendek, Bitcoin perlu kembali bergerak di atas rentang US$81.300 hingga US$81.700.
Menurut Coinbase, zona tersebut mencakup perkiraan harga perolehan rata-rata pemegang ETF spot Bitcoin AS di sekitar US$81.300 dan moving average (MA) 50 hari yang berada dekat US$81.700.
Kedua indikator tersebut menjadikan area US$81.300–US$81.700 sebagai resistance penting yang perlu direbut kembali pembeli.
Jika BTC berhasil kembali bertahan di atasnya, struktur empat jam juga perlu menunjukkan pembentukan dasar harga yang semakin tinggi atau higher lows.
Konfirmasi pemulihan berikutnya membutuhkan pergerakan melewati US$84.000 hingga US$85.000.
Di atas area tersebut, US$86.000–US$90.000 menjadi zona likuiditas dan potensi tekanan jual berikutnya.
Coinbase menilai penutupan harian di atas US$90.000 akan menjadi konfirmasi yang lebih kuat bahwa Bitcoin berhasil melewati area suplai besar di atas harga.
Namun, keberhasilan pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas futures dan opsi.
Arus ETF Bitcoin Menguat, tetapi Coinbase Premium Masih Negatif
Coinbase Institutional mencatat bahwa ETF spot Bitcoin AS menerima arus masuk sekitar US$6,4 miliar sejak awal Agustus hingga periode laporan 23 Oktober.
Pada periode yang sama, pembelian Bitcoin oleh perusahaan dengan strategi treasury kripto hanya mencapai sekitar US$1,5 miliar.
Perbandingan tersebut menunjukkan pergeseran sumber permintaan Bitcoin, dari pembelian korporasi menuju instrumen ETF spot.
Namun, Coinbase juga mencatat bahwa indikator seven-day Coinbase premium tetap negatif sepanjang Oktober hingga laporan tersebut diterbitkan.
Coinbase premium mengukur perbedaan harga Bitcoin di Coinbase terhadap harga pada platform pembanding. Premium negatif dapat mengindikasikan bahwa pembeli spot AS di luar ETF kurang bersedia membayar harga lebih tinggi dibandingkan pelaku pasar di bursa luar negeri.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa luas permintaan spot yang benar-benar mendukung Bitcoin.
Jika pemulihan hanya ditopang oleh arus ETF tertentu atau aktivitas posisi berleverage, reli dapat menjadi lebih rentan ketika sumber permintaan tersebut melemah.
Sebaliknya, peningkatan arus masuk ETF yang lebih luas, perubahan Coinbase premium menjadi positif, dan kenaikan volume perdagangan spot dapat memberikan konfirmasi pemulihan yang lebih kredibel.
Sebelumnya, analisis harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP pada 26 Oktober juga menyoroti support Fibonacci BTC di US$79.273, yang berada dekat area terendah dalam grafik empat jam terbaru.
Kesamaan area tersebut menjadikan zona US$79.000–US$80.000 semakin penting untuk diperhatikan, meskipun setiap indikator memiliki metodologi berbeda.
Keputusan The Fed 28 Oktober Jadi Katalis Utama Bitcoin
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026.
Berdasarkan kalender resmi The Fed, keputusan kebijakan moneter akan diumumkan pada Rabu, 28 Oktober pukul 14.00 waktu AS bagian timur.
Bagi pembaca Indonesia, pengumuman tersebut berlangsung pada Kamis, 29 Oktober pukul 01.00 WIB, disusul konferensi pers pukul 01.30 WIB.
Pernyataan The Fed yang lebih hawkish atau cenderung mendukung suku bunga tinggi dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar.
Kondisi tersebut berpotensi memperketat kondisi keuangan dan menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
Sebaliknya, komunikasi yang lebih lunak mengenai prospek kebijakan moneter dapat meredakan tekanan pasar.
Namun, keputusan mempertahankan suku bunga tidak otomatis akan memicu kenaikan Bitcoin apabila pejabat The Fed tetap menekankan risiko inflasi yang tinggi.
Menurut laporan Coinbase pada 23 Oktober, pasar futures saat itu memperhitungkan probabilitas hampir 80 persen bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember.
Angka tersebut merupakan ekspektasi pasar pada tanggal laporan dan dapat berubah mengikuti informasi ekonomi terbaru.
Selain keputusan FOMC, trader juga perlu memperhatikan rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan produk domestik bruto (PDB) AS pada 29 Oktober.
Kedua laporan itu dapat mengubah ekspektasi suku bunga setelah keputusan The Fed diumumkan.
Jadwal dan potensi dampaknya telah dibahas dalam artikel CE Indonesia mengenai dua ujian makro Bitcoin pada 29 Oktober.
Skenario Harga Bitcoin: Bertahan di US$80.000 atau Turun ke US$73.000?
Dalam skenario pemulihan, Bitcoin perlu mempertahankan zona support US$80.000–US$82.000 dan merebut kembali resistance US$81.300–US$81.700 secara berkelanjutan.
Pembentukan higher lows pada grafik empat jam dan penembusan US$84.000–US$85.000 akan memperkuat indikasi bahwa tekanan beli mulai meningkat.
Jika penguatan berlanjut, US$86.000–US$90.000 menjadi zona berikutnya yang perlu diperhatikan, sementara penutupan harian di atas US$90.000 akan memberikan konfirmasi bullish yang lebih kuat.
Sebaliknya, skenario bearish berkembang apabila Bitcoin mencatat penutupan harian di bawah US$80.000 dan gagal merebut kembali area US$80.000–US$82.000.
Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa zona support utama mulai kehilangan kekuatannya.
Jika tekanan jual berlanjut, Coinbase menempatkan support berikutnya pada rentang US$73.000 hingga US$75.000, yang berdekatan dengan area moving average 200 hari dalam analisisnya.
Namun, pergerakan menuju area tersebut bukan kepastian. Kondisi pasar derivatif, permintaan ETF, aktivitas pembeli spot, dan respons terhadap keputusan The Fed akan menentukan apakah Bitcoin mengalami koreksi lebih dalam atau berhasil mempertahankan pemulihan.
Untuk saat ini, stabilitas Bitcoin di sekitar US$80.000 masih perlu dikonfirmasi oleh permintaan spot yang lebih kuat.
Eksposur gamma positif dapat membantu meredam fluktuasi sementara, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa support akan bertahan ketika pasar menghadapi kejutan kebijakan moneter.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.