- Bitcoin masih kesulitan memulihkan momentum meskipun harga kembali bergerak di sekitar Rp1,41 miliar.
- Nilai transaksi USDT di pasar kripto Indonesia mencapai Rp326,48 miliar, sekitar 7,7 kali nilai transaksi Bitcoin dalam laporan harian CFX.
- ETF Bitcoin AS mencatat arus keluar lebih dari US$1 miliar dalam dua sesi perdagangan, sementara investor menantikan data ADP dan ISM Services AS.
Bitcoin membuka perdagangan Rabu, 4 November 2026, dengan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. Meski sempat menunjukkan pemulihan, aset kripto terbesar tersebut masih menghadapi resistance penting di sekitar US$80.000.
Namun, ada cerita berbeda dari pasar Indonesia. Data perdagangan domestik memperlihatkan nilai transaksi Tether (USDT) jauh melampaui Bitcoin, meskipun jumlah transaksi BTC justru lebih banyak.
Perbedaan ini menarik dicermati ketika investor global menghadapi ketidakpastian arah harga dan arus keluar dana ETF Bitcoin.
Bitcoin Masih Lesu, Dana ETF Terus Keluar
Berdasarkan data Bursa Kripto CFX yang diperbarui pada Selasa (3/11) pukul 23.01 WIB, Bitcoin berada di sekitar Rp1,41 miliar. Ethereum diperdagangkan di kisaran Rp41 juta, sementara Solana berada di sekitar Rp1,7 juta dan XRP mendekati Rp23.000.
Walaupun sejumlah aset mencatat kenaikan harian, pemulihan Bitcoin belum memperoleh konfirmasi teknikal yang kuat.
Dalam analisis harga Bitcoin November dari Coin Edition Indonesia, BTC masih menghadapi resistance US$80.181–US$80.225. Selama berada di bawah area tersebut, support US$76.463 tetap menjadi level penting untuk diperhatikan.
Tekanan juga terlihat pada permintaan melalui produk investasi institusional.
Data Farside Investors mencatat ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih US$643,2 juta pada 30 Oktober, disusul US$398,6 juta pada 2 November.
Artinya, sekitar US$1,04 miliar keluar hanya dalam dua sesi perdagangan tersebut.
Meski demikian, arus keluar ETF tidak otomatis menyebabkan harga Bitcoin turun dengan besaran yang sama. Pergerakan pasar juga dipengaruhi transaksi spot, derivatif, serta kondisi likuiditas global.
Radar Kripto Indonesia: Mengapa Transaksi USDT Jauh Melampaui Bitcoin?
Di Indonesia, ringkasan perdagangan harian CFX yang diperbarui pada 3 November pukul 10.03 WIB menunjukkan perbedaan mencolok antara nilai transaksi USDT dan BTC.
USDT mencatat nilai transaksi sekitar Rp326,48 miliar, sedangkan Bitcoin hanya Rp42,34 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi USDT mencapai sekitar 7,71 kali nilai transaksi BTC dalam laporan tersebut.
Menariknya, frekuensi perdagangan Bitcoin justru lebih tinggi, yakni 22.459 transaksi dibandingkan 19.467 transaksi USDT.
Artinya, keunggulan USDT terjadi pada nilai transaksi, bukan jumlah transaksinya.
Stablecoin seperti USDT memiliki fungsi berbeda dari Bitcoin. Selain diperdagangkan sebagai aset digital, USDT banyak digunakan sebagai pasangan perdagangan, sarana perpindahan dana antar-aset, serta instrumen untuk mempertahankan nilai dalam denominasi dolar AS.
Karena itu, tingginya aktivitas USDT tidak bisa langsung disimpulkan sebagai tanda investor Indonesia meninggalkan Bitcoin atau seluruh dana sedang berpindah ke stablecoin.
Data tersebut juga belum menjelaskan apakah transaksi didominasi pembelian atau penjualan.
Perkembangan ini muncul ketika sejumlah bursa domestik masih menjalani normalisasi operasional setelah gangguan pada akhir Oktober. Coin Edition Indonesia sebelumnya telah mengulas pemulihan layanan Indodax, Tokocrypto, dan perkembangan bursa kripto lainnya.
Angka yang Bercerita: Besar Nilai Transaksi Belum Tentu Lebih Banyak Pembeli
Perbandingan USDT dan Bitcoin memperlihatkan mengapa nilai perdagangan perlu dibaca bersama frekuensi transaksinya.
USDT memang menghasilkan nilai transaksi 7,71 kali lebih besar, tetapi Bitcoin mencatat hampir 3.000 transaksi lebih banyak.
Dengan kata lain, besarnya nilai perdagangan suatu aset tidak selalu mencerminkan lebih banyaknya aktivitas transaksi individual.
Perlu dicatat pula bahwa laporan tersebut hanya mencerminkan perdagangan yang dilaporkan anggota CFX, bukan seluruh aktivitas investor Indonesia di berbagai platform global.
Yang Perlu Dipantau Hari Ini
Pasar kini menantikan dua indikator ekonomi Amerika Serikat pada Rabu malam.
Pertama, ADP National Employment Report untuk Oktober dijadwalkan terbit pukul 20.15 WIB, memberikan gambaran mengenai perubahan jumlah pekerjaan sektor swasta.
Selanjutnya, ISM Services PMI akan dirilis pukul 22.00 WIB. Indikator ini mengukur aktivitas sektor jasa Amerika Serikat.
Data yang menunjukkan perlambatan ekonomi dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed, sementara angka yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mempertahankan kekhawatiran mengenai suku bunga.
Bagi pasar kripto, perhatian tetap tertuju pada kemampuan Bitcoin merebut kembali US$80.225, perkembangan arus ETF, serta apakah tingginya aktivitas perdagangan USDT di Indonesia berlanjut dalam laporan berikutnya.
Radar Besok Pagi: Apakah data ekonomi AS mampu mengubah sentimen Bitcoin, dan apakah USDT masih mencatat nilai transaksi terbesar di pasar kripto domestik?
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.