28.316 BTC Keluar dari Binance Usai Peretasan, Trader Futures Masih Bertahan

Last Updated:
28.316 BTC Keluar dari Binance Usai Peretasan, Trader Futures Masih Bertahan
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Dompet terkait Binance mencatat arus keluar bersih 28.316 BTC setelah peretasan senilai US$6,34 miliar.
  • Open interest futures Bitcoin dan Ethereum masih mencapai miliaran dolar meski sentimen pasar memburuk.
  • Binance mengganti 98 persen aset terdampak dan meminta Arbitrum mengembalikan ETH serta ARB yang dibekukan.

Sebanyak 28.316 Bitcoin (BTC) tercatat mengalir keluar secara bersih dari dompet yang dikaitkan dengan Binance setelah peretasan senilai US$6,34 miliar pada 29 Oktober 2026. Meski pergerakan aset meningkat, data menunjukkan bahwa trader futures belum sepenuhnya meninggalkan platform tersebut.

Temuan ini berasal dari laporan Santiment pada 6 November, yang menganalisis aktivitas blockchain, sentimen pasar, dan perdagangan derivatif setelah insiden keamanan Binance.

Data arus keluar tersebut dihitung hingga 5 November, beberapa hari setelah Binance mulai membuka kembali layanan penarikan secara bertahap pada 1 November.

Namun, arus keluar 28.316 BTC tidak berarti seluruh Bitcoin tersebut dicuri peretas. Angka itu mencerminkan selisih pergerakan masuk dan keluar dari dompet yang dipantau, termasuk aktivitas penarikan pengguna maupun perpindahan aset lainnya.

Peretasan Binance Diikuti Arus Keluar BTC dan USDT Besar

Menurut Santiment, jumlah Bitcoin yang tersimpan di seluruh bursa yang dipantaunya turun sekitar 38.631 BTC, atau 2,92 persen, selama periode 25 Oktober hingga 5 November.

Namun, penurunan tersebut telah dimulai empat hari sebelum peretasan Binance terjadi.

Dengan demikian, tidak seluruh penyusutan saldo Bitcoin di bursa dapat dikaitkan langsung dengan insiden keamanan pada 29 Oktober.

Santiment juga mencatat perubahan tajam dalam sentimen pasar.

Pada 29–30 Oktober, rasio komentar positif terhadap negatif mengenai Bitcoin turun menjadi sekitar 0,37.

Artinya, terdapat sekitar 2,7 komentar negatif untuk setiap satu komentar positif dalam percakapan yang dipantau Santiment.

Tekanan serupa terlihat pada pergerakan stablecoin.

Berdasarkan data Santiment, arus keluar bersih USDT di jaringan Ethereum dari bursa-bursa yang dipantau mencapai sekitar 1,71 miliar token pada 29 Oktober.

Angka itu kemudian meningkat menjadi sekitar 3,94 miliar USDT pada 2 November, setelah Binance mulai memulihkan layanan penarikan.

Namun, data tersebut mencakup sejumlah bursa dan tidak menunjukkan bahwa seluruh USDT berasal dari Binance atau merupakan aset hasil pencurian.

Aktivitas token Ethena (ENA) juga mengalami lonjakan tidak biasa.

Pada 29 Oktober, sebanyak 169 alamat tercatat melakukan penarikan ENA dalam satu jam, jauh di atas kisaran sekitar 20–25 alamat pada banyak jam di sekitarnya.

Lonjakan tersebut memperlihatkan aktivitas transaksi yang tidak lazim selama insiden, meskipun tidak membuktikan bahwa seluruh alamat tersebut terhubung dengan pelaku peretasan.

Sebelumnya, investigasi peretasan Binance mengungkap bagaimana penyerang menggunakan perangkat lunak berbahaya dan wawancara kerja palsu untuk menyusup ke sistem internal perusahaan.

Open Interest Bitcoin dan Ethereum Masih Miliaran Dolar

Meskipun sejumlah aset keluar dari bursa, aktivitas perdagangan futures di Binance tidak langsung menghilang.

Menurut laporan Santiment, open interest Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan setelah peretasan pada 29 Oktober.

Namun, hingga 5 November, open interest futures Bitcoin masih berada di sekitar US$8,97 miliar, sedangkan Ethereum mencapai sekitar US$8,03 miliar.

Open interest mengukur nilai kontrak derivatif yang masih terbuka dan belum diselesaikan.

Angka yang tetap besar menunjukkan bahwa eksposur perdagangan futures masih signifikan, meskipun sebagian trader telah menutup posisi setelah insiden.

Namun, open interest tidak menjelaskan apakah trader secara keseluruhan mengambil posisi bullish atau bearish.

Santiment juga menemukan bahwa funding rate Bitcoin di Binance sebagian besar tetap positif dan berada dalam kisaran yang relatif normal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar derivatif masih beroperasi tanpa perubahan ekstrem menuju posisi short, meskipun sentimen Bitcoin sempat memburuk.

Binance Ganti 98 Persen Aset, Arbitrum Diminta Lepas Dana Beku

Di tengah arus keluar aset, Binance terus melanjutkan proses pemulihan setelah peretasan.

Dalam pengumuman resmi pada 4 November, perusahaan menyatakan telah mengganti sekitar 98 persen aset yang terdampak menggunakan sumber daya sendiri.

Binance juga menyatakan telah menyediakan dana lebih dari 100 persen dari jumlah yang dibutuhkan untuk menutup kerugian, sementara pembelian sisa token terus dilakukan melalui pasar dan transaksi over-the-counter (OTC).

Perusahaan sekaligus memperluas cakupan snapshot Proof of Reserves (PoR) dari sebelumnya 10 token menjadi 44 token.

Namun, seperti dijelaskan dalam laporan Coin Edition Indonesia mengenai penggantian aset Binance, angka 98 persen tersebut merujuk pada penggantian aset menggunakan dana perusahaan, bukan keberhasilan mengambil kembali seluruh dana dari peretas.

Secara terpisah, Binance juga mengajukan permintaan kepada Arbitrum DAO untuk melepaskan aset yang dibekukan setelah peretasan.

Melalui proposal resmi yang dipublikasikan pada 5 November, Binance meminta pengembalian 8.425,997 ETH dan 74,56 juta ARB yang sebelumnya diamankan oleh Arbitrum Security Council.

Dana tersebut saat ini belum otomatis dapat dikembalikan karena memerlukan persetujuan melalui proses tata kelola Arbitrum.

Binance memperkirakan seluruh proses, termasuk diskusi, voting, dan pelaksanaan keputusan, dapat berlangsung sekitar 49 hari atau tujuh minggu.

Jadwal tersebut bahkan bisa lebih panjang apabila terdapat proses hukum yang memengaruhi aset yang dibekukan.

Dengan demikian, pemulihan aset Binance masih menghadapi dua tantangan berbeda: mengganti saldo yang terdampak menggunakan cadangan perusahaan serta mengupayakan pengembalian aset yang berhasil dibekukan.

Data Santiment menunjukkan bahwa peretasan Binance memang diikuti arus keluar Bitcoin besar dan memburuknya sentimen pasar. Namun, perdagangan futures yang masih bernilai miliaran dolar memperlihatkan bahwa aktivitas trader belum berhenti.

Ke depan, perkembangan saldo bursa, normalisasi penarikan, dan hasil proposal Arbitrum akan menjadi indikator penting untuk menilai pemulihan setelah insiden tersebut.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.