Prediksi Harga Bitcoin: BTC Rebound, Target US$87.000 Terbuka?

Last Updated:
Prediksi Harga Bitcoin: BTC Berpeluang ke US$87.000
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bitcoin memantul ke US$82.885 setelah sempat menembus batas bawah kisaran mingguan US$80.400.
  • Resistance US$83.500–US$83.600 harus ditembus untuk membuka peluang pengujian kembali US$87.000.
  • Support US$81.500 menjadi penentu pemulihan, sementara inflasi AS menambah ketidakpastian pasar.

Prediksi harga Bitcoin (BTC) kembali menyoroti peluang kenaikan menuju US$87.000 setelah aset tersebut memantul ke US$82.885. Berdasarkan grafik empat jam Binance dalam analisis 19 Oktober 2026, BTC sempat turun melewati batas bawah kisaran mingguan US$80.400 sebelum kembali masuk ke rentang perdagangan sebelumnya.

Pemulihan ini menunjukkan adanya respons pembeli pada harga lebih rendah. Namun, Bitcoin masih harus menghadapi resistance US$83.500–US$83.600 dan mempertahankan support US$81.500 agar peluang kenaikan tetap terbuka.

Bitcoin Rebut Kembali US$80.400 Setelah Sapu Likuiditas

Pada awal periode pengamatan, tekanan jual menyeret Bitcoin dari atas US$86.000 menuju US$80.400 dan membentuk batas bawah kisaran mingguan. Harga kemudian pulih ke sekitar US$83.600, tetapi kembali melemah hingga melewati titik terendah sebelumnya.

Sumber: TradingView

Setelah penurunan tersebut, BTC berbalik naik dan merebut kembali kisaran lama. Pola ini dikenal sebagai sell-side liquidity sweep, yaitu pergerakan harga yang menembus support sebelum berbalik arah. Kondisi tersebut berpotensi memicu stop-loss dari posisi beli sebelum muncul permintaan baru.

Meski demikian, grafik tidak dapat membuktikan berapa banyak stop-loss yang benar-benar dieksekusi. Pola itu juga bukan bukti langsung bahwa investor institusional sedang mengakumulasi Bitcoin.

Level US$80.400 tetap penting karena menggambarkan titik kegagalan apabila harga kembali turun dan bertahan di bawahnya. Untuk sementara, pemulihan dari area tersebut membuka ruang bagi pengujian resistance terdekat.

Dalam analisis CE Indonesia pada 17 Oktober, BTC juga disebut berpotensi menuju US$87.000, meski menggunakan acuan teknikal dan kondisi pasar berbeda.

Prediksi Harga Bitcoin: US$83.600 Jadi Ujian Menuju US$87.000

Area US$83.500–US$83.600 menjadi zona penolakan bearish yang sebelumnya menggagalkan pemulihan. Dari US$82.885, Bitcoin berada sekitar 0,9 persen di bawah batas atas resistance tersebut.

Grafik memperlihatkan kemungkinan harga terlebih dahulu terkoreksi ke US$81.500, area change in state of delivery (CISD). Jika level ini bertahan, BTC berpeluang membentuk dasar lebih tinggi sebelum kembali mencoba menembus US$83.600.

CISD digunakan dalam pembacaan struktur harga untuk menggambarkan perubahan karakter pergerakan. Namun, level ini bukan indikator yang sendirian dapat memastikan arah pasar. Karena itu, reaksi harga setelah pengujian support perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan bahwa pemulihan akan berlanjut.

Konfirmasi bullish yang lebih kuat membutuhkan penutupan candle empat jam di atas US$83.600, kemudian pengujian ulang yang berhasil. Jika kondisi itu terpenuhi, puncak kisaran mingguan US$87.000 menjadi target berikutnya, sekitar lima persen di atas US$82.885.

Sebaliknya, pergerakan berkelanjutan di bawah US$81.500 akan melemahkan struktur pemulihan. Jika BTC kembali bertahan di bawah US$80.400, keberhasilan merebut kisaran mingguan dapat dianggap gagal.

Faktor makroekonomi juga membayangi. Laporan CPI AS September menunjukkan inflasi konsumen 3,7 persen secara tahunan, sedangkan laporan PPI mencatat kenaikan harga produsen 1,3 persen secara bulanan.

Inflasi tinggi dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga dan selera risiko investor, termasuk di pasar aset kripto. Namun, arah Bitcoin tidak ditentukan oleh data inflasi saja.

Data tersebut menjadi perhatian menjelang rapat Federal Reserve pada 27–28 Oktober. Sebelumnya, CE Indonesia membahas jadwal rilis inflasi dan pengaruhnya terhadap Bitcoin.

Dengan demikian, US$81.500 dan US$83.600 menjadi batas utama untuk menilai apakah pemulihan Bitcoin mampu berkembang menjadi kenaikan menuju US$87.000.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.