Arthur Hayes Mengatakan Ledakan Kredit AI Bisa Memicu Reli Bitcoin Berikutnya

Arthur Hayes Says AI Credit Boom Could Fuel Bitcoin’s Next Rally

Last Updated:
Arthur Hayes Mengatakan Ledakan Kredit AI Bisa Memicu Reli Bitcoin Berikutnya
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Arthur Hayes mengatakan pengeluaran infrastruktur AI mirip dengan gelembung kredit, bukan ledakan teknologi.
  • Hayes memperkirakan investasi AI yang lebih lambat akan mengekspos risiko utang di antara pemberi pinjaman dan pengembang.
  • Hayes mengatakan langkah-langkah likuiditas di masa depan dapat mendukung Bitcoin jika siklus kredit AI melemah.

Arthur Hayes telah menguraikan skenario di mana ledakan investasi kecerdasan buatan dapat memicu gelombang ekspansi moneter berikutnya, menciptakan kondisi yang menurutnya akan menguntungkan Bitcoin.

Dalam sebuah esai yang diterbitkan berjudul Situationship, salah satu pendiri BitMEX berpendapat bahwa siklus pengeluaran AI saat ini menyerupai ekspansi berbasis kredit, bukan kisah pertumbuhan teknologi tradisional. Ia mengatakan perbedaan ini dapat menentukan bagaimana pasar keuangan bereaksi jika investasi dalam infrastruktur AI mulai melambat dalam beberapa tahun ke depan.

Hayes Membingkai Pembangunan AI sebagai Siklus Kredit

Hayes berpendapat bahwa investor sering memperlakukan pengeluaran modal AI sebagai investasi teknologi yang layak mendapatkan valuasi pasar yang tinggi. Namun, ia mengatakan banyak pengeluaran justru menyerupai siklus pengembangan properti berskala besar yang berfokus pada pembangunan pusat data dan infrastruktur listrik.

Menurut Hayes, institusi keuangan, perusahaan kredit swasta, bank, dan pemerintah terus membiayai proyek-proyek ini dengan asumsi bahwa infrastruktur AI memberikan pengembalian ala teknologi. Ia berpendapat bahwa pendekatan ini dapat menyebabkan pembangunan fasilitas yang berlebihan untuk melatih model AI dan memproses beban kerja inferensi.

Ia membandingkan kemungkinan hasilnya dengan krisis keuangan 2008, bukan dengan runtuhnya dot-com tahun 2000. Menurutnya, risiko terbesar sektor AI berasal dari ekspansi kredit yang berlebihan, bukan dari pendapatan korporasi yang lemah.

Pengeluaran AI yang Lebih Lambat Dapat Mengekspos Risiko Utang

Hayes mengatakan titik balik akan tiba ketika laju pengeluaran modal AI yang diumumkan mulai melambat. Ia memproyeksikan pertumbuhan investasi infrastruktur AI bisa mulai melambat pada paruh kedua 2027, sebelum menjadi signifikan pada 2028.

Ia berpendapat bahwa perusahaan AI terkemuka tetap menguntungkan meskipun ekspektasi pertumbuhan yang lebih rendah mengurangi kelipatan valuasi. Dalam skenario tersebut, perusahaan dengan beban utang yang lebih berat dapat menghadapi tekanan finansial yang meningkat, menciptakan tekanan bagi pemberi pinjaman yang terpapar pinjaman terkait AI.

Dukungan Pemerintah dan Prospek Bitcoin

Hayes mengatakan pemerintah pada akhirnya bisa campur tangan jika kondisi keuangan memburuk, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional terkait pengembangan AI. Ia menyarankan bahwa otoritas dapat merespons dengan langkah likuiditas tambahan, serupa dengan yang digunakan dalam program penyelamatan keuangan sebelumnya, jika pasar kredit melemah.

Ia juga menunjuk kebijakan Federal Reserve baru-baru ini, berargumen bahwa suku bunga yang stabil dan kurva imbal hasil yang lebih curam menciptakan kondisi yang mendorong kelanjutan pinjaman bank ke industri terkait AI.

Hayes menyimpulkan bahwa perlambatan pengeluaran infrastruktur AI di masa depan, diikuti oleh dukungan pemerintah dan peningkatan likuiditas, dapat memperkuat prospek jangka panjang Bitcoin. Ia berpendapat bahwa respons moneter yang lebih besar dibandingkan krisis keuangan sebelumnya akan mengarahkan modal ke aset digital jika siklus kredit AI berakhir.

Terkait: Ketakutan Gelembung AI Mendorong Arthur Hayes Ke Mode Mati Risiko Kripto Hari Ini

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.