- Peristiwa ekonomi besar sekarang dapat menggerakkan kripto seperti memindahkan saham, minyak, emas, dan mata uang.
- Setelah kesepakatan damai AS-Iran, semua mata uang kripto teratas mengalami kenaikan harga.
- Kripto sebagian besar tidak bergantung pada saham, emas, minyak, dan dolar dalam pergerakan harga yang khas.
Sebuah studi akademis baru yang diterbitkan di SSRN mengeksplorasi apakah cryptocurrency masih merupakan aset alternatif independen atau apakah mereka menjadi semakin terintegrasi dengan pasar keuangan tradisional. Penelitian ini melihat bagaimana kripto besar, emas, minyak, saham, dan dolar berinteraksi, terutama dalam hal bagaimana guncangan pasar dan volatilitas bergerak dari satu kelompok aset ke kelompok aset lainnya.
Sejak 2024, lebih banyak institusi telah memasuki kripto daripada sebelumnya melalui ETF, strategi perbendaharaan perusahaan, proyek tokenisasi, dan bank tradisional. Akibatnya, banyak yang sekarang berpikir cryptocurrency tidak lagi beroperasi secara terpisah. Peneliti SSRN mengatakan bahwa kelas aset yang berbeda menjadi lebih terkait selama gejolak pasar, sehingga peristiwa ekonomi besar sekarang dapat menggerakkan kripto seperti halnya mereka memindahkan saham, minyak, emas, dan mata uang.
Crypto Tidak Lagi Hidup di Dunianya Sendiri
Salah satu poin utama dari penelitian ini adalah bahwa cryptocurrency tampaknya berperilaku kurang seperti aset spekulatif yang terisolasi dan lebih seperti bagian dari sistem keuangan global yang lebih luas.
Selama beberapa bulan terakhir konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak, Bitcoin (dan banyak lainnya) turun tajam meskipun tidak ada katalis negatif khusus kripto utama. Sebagian besar menyalahkan penurunan pada suasana risk-off umum di pasar global, daripada apa pun yang terjadi dalam ekosistem Bitcoin itu sendiri.
Selain itu, dengan pengumuman kesepakatan damai antara AS dan Iran, seluruh pasar kripto mengalami keuntungan. Semua mata uang kripto teratas mengalami kenaikan harga. Misalnya, Ethereum, Solana, Cardano, dan XRP mengalami peningkatan sekitar 10% dalam 24 jam terakhir, sementara beberapa seperti Zcash mengalami peningkatan yang lebih besar, lebih dari 25%.
Terkait: Bitcoin Merebut Kembali $65.000 saat Kesepakatan Damai AS-Iran Membuat Minyak Jatuh
Kripto sebagian besar independen
Di luar pengaruh geopolitik, menurut makalah SSRN, kripto sebagian besar tidak bergantung pada saham, emas, minyak, dan dolar ketika Anda melihat pergerakan harga yang khas. Selain itu, guncangan kripto sendiri menjelaskan hampir semua variasinya. Namun, tes kausalitas Granger menunjukkan beberapa hubungan satu arah, di mana Bitcoin dapat memprediksi pengembalian keempat aset tradisional, sementara saham dan dolar cenderung mendorong volatilitas kripto.
Makalah ini juga menunjukkan bahwa pendorong ekonomi tradisional masih sangat penting. Emas tetap menjadi pilihan safe-haven utama selama periode ketidakpastian, dan harga minyak terus membentuk ekspektasi inflasi dan perkiraan pertumbuhan ekonomi.
Faktor utama lainnya adalah dolar. Ketika semakin kuat, likuiditas mengetatkan secara global, dan aset berisiko kehilangan daya tarik. Dan ketika indeks dolar AS (DXY) melonjak, kripto sering mendapat tekanan ekstra.
Studi ini menunjukkan bahwa karena semakin banyak institusi yang menumpuk, tautan keuangan tradisional ini menjadi lebih penting bagi aset digital.
Terkait: India Mengeluarkan 44.000 Pemberitahuan Pajak Kripto, Mengungkap Pendapatan Tersembunyi $104 Juta
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.