Yen Jepang Merosot Menuju Level Terendah Dua Tahun karena Tokyo Mengulangi Peringatan Intervensi

Yen Jepang Merosot Menuju Level Terendah Dua Tahun karena Tokyo Mengulangi Peringatan Intervensi

Last Updated:
Yen Jepang Merosot Menuju Level Terendah Dua Tahun karena Tokyo Mengulangi Peringatan Intervensi
  • USD/JPY naik 0,25% menjadi 161,61 selama sesi Asia hari Senin.
  • Menteri keuangan Jepang mengatakan pihak berwenang siap untuk bertindak melawan pergerakan mata uang yang berlebihan.
  • BOJ menaikkan suku bunga menjadi 1%, tetapi pasar melihat peluang terbatas untuk kenaikan lagi pada bulan Juli.

Yen Jepang kembali defensif pada hari Senin, bergerak mendekati level terendah dua tahun karena dolar menarik dukungan dari imbal hasil AS yang lebih tinggi dan pesan kebijakan Federal Reserve yang lebih keras.

USD/JPY naik 0,25% menjadi ¥161,61 setelah dibuka pada ¥161,22. Pemulihan moderat hari Jumat telah mengakhiri lima sesi kerugian beruntun, tetapi gagal menghasilkan momentum abadi untuk mata uang Jepang.

Pemerintah Jepang menanggapi dengan peringatan lain bahwa mereka siap untuk mengatasi pergerakan valuta asing yang berlebihan. Pedagang sekarang mengamati apakah penurunan terbaru akan mendorong intervensi langsung dari Tokyo.

Yen Mendekati Area Intervensi yang Diawasi Ketat

Melewati ¥160 per dolar telah menempatkan nilai tukar di dalam area yang sebelumnya terkait dengan tindakan resmi. Yen baru-baru ini menyentuh ¥161,81, titik terlemah dalam dua tahun, sementara pergerakan Senin membawanya kembali ke level itu.

Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan Jepang akan merespons dengan tepat dan langsung setiap kali pergerakan mata uang memerlukan tindakan. Dia menghindari menyebutkan nilai tukar yang tepat yang dapat memicu intervensi.

Ambiguitas semacam itu memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan fleksibilitas sambil mencegah pedagang membangun posisi satu arah terhadap yen.

Tokyo dilaporkan memasuki pasar beberapa kali pada akhir April dan awal Mei setelah dolar mencapai ¥160,72. Intervensi biasanya melibatkan penjualan dolar dari cadangan devisa Jepang dan pembelian yen.

Namun, aksi mata uang dapat memiliki efek terbatas ketika kondisi suku bunga yang lebih luas sangat menguntungkan dolar.

Terkait: Jepang Selidiki Pencucian Stablecoin dalam Kasus Penipuan Investasi ¥14 juta

Federal Reserve Hawkish Mendukung Permintaan Dolar

Investor terus membeli mata uang AS setelah pertemuan Federal Reserve minggu lalu, yang memberikan sinyal yang lebih hawkish dari yang diharapkan pasar.

Indeks Dolar AS naik 0,15% pada hari Senin dan mendekati level tertinggi 13 bulan. Ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini telah mendukung imbal hasil Treasury dan memperluas pengembalian yang tersedia pada aset berdenominasi dolar.

Analis StoneX Matt Simpson mengatakan pejabat Jepang mungkin khawatir tentang USD/JPY mendekati level tertinggi 2024. Namun demikian, intervensi terhadap dolar yang kuat dan data ekonomi AS yang kuat bisa menjadi mahal tanpa menghasilkan pembalikan yang langgeng.

Berkurangnya permintaan safe-haven menyusul kemajuan dalam negosiasi AS-Iran memberikan tekanan pada dolar, tetapi prospek suku bunga memiliki pengaruh yang lebih kuat pada perdagangan.

Terkait: Bank of England Membuang Batas Stablecoin Individu, Menetapkan Plafon Penerbitan £ 40 Miliar

Kenaikan Suku Bunga BOJ Gagal Mengangkat Yen

Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1% pekan lalu, membawa biaya pinjaman ke level tertinggi sejak 1995.

Wakil Gubernur Ryozo Himino kemudian mengatakan inflasi dapat melebihi target 2% BOJ dan memperingatkan tentang risiko menunda kenaikan lebih lanjut. Meski begitu, pasar menetapkan probabilitas kurang dari 25% untuk pergerakan seperempat poin lainnya pada bulan Juli.

Kenaikan tambahan dianggap lebih mungkin pada bulan Desember, tergantung pada inflasi, pertumbuhan upah, dan data ketenagakerjaan.

Sementara itu, negosiasi antara Washington dan Teheran mengakhiri putaran pembukaan mereka dengan peta jalan 60 hari menuju kesepakatan yang lebih luas. Pertemuan teknis diperkirakan akan dilanjutkan minggu ini, sementara Qatar dan Pakistan akan tetap terlibat sebagai mediator.

Untuk yen, tekanan langsung masih datang dari kesenjangan antara pengembalian AS dan Jepang. USD/JPY sekarang bergerak mendekati ¥162, membuat para pedagang waspada terhadap tanda-tanda bahwa Tokyo telah bergeser dari peringatan verbal ke aksi pasar langsung.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.