AS Sanksi Bursa Kripto Iran Atas Dugaan Ilegal

AS Sanksi Bursa Kripto Iran Atas Dugaan Pembiayaan Ilegal

Last Updated:
Departemen Keuangan AS Sanksi Empat Bursa Kripto Terbesar Iran
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • AS telah memberikan sanksi kepada dua bursa kripto Iran atas dugaan pembiayaan ilegal.
  • Departemen Keuangan menghubungkan bursa tersebut dengan jaringan perbankan bayangan dan IRGC Iran.
  • Sanksi ini meningkatkan tekanan pada perusahaan kripto yang memiliki hubungan bisnis dengan Iran.

Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap dua bursa cryptocurrency Iran, menuduh mereka membantu Teheran menghindari sanksi melalui aktivitas keuangan ilegal.

Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah-langkah tersebut pada hari Jumat, mengatakan bahwa bursa-bursa tersebut merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas yang terkait dengan sistem perbankan bayangan Iran. Departemen Keuangan mengatakan aktor Iran menggunakan platform kripto yang diatur ringan, jaringan korporasi, dan operasi perjudian online untuk memindahkan aset digital.

Departemen tersebut mengaitkan aktivitas tersebut dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, atau IRGC. Sanksi tersebut mengikuti investigasi Reuters yang mengidentifikasi Shelbit yang berbasis di Dubai sebagai pusat utama dalam jaringan tersebut.

Shelbit Menarik Perhatian

Departemen Keuangan juga memberikan sanksi kepada operator Shelbit Siavash Kayvanpour dan beberapa perusahaan yang diklaim menjadi bagian dari jaringannya. Pejabat menuduh Shelbit memproses jutaan dolar transaksi yang terkait dengan operasi perjudian Iran. Departemen tersebut juga memberikan sanksi kepada Aban Tether, bursa cryptocurrency Iran lainnya, dengan mengatakan bahwa mereka beroperasi di sektor keuangan Iran.

Terkait: Trump Memperingatkan AS Berisiko Kehilangan Keunggulan Kripto Saat Pembicaraan CLARITY Act Terhenti

“Ketergantungan rezim Iran pada aset digital dan jaringan perbankan bayangan adalah bukti lebih lanjut bahwa Economic Fury berhasil,” kata Menteri Keuangan Scott Bessent.

Regulator UEA Menyampaikan Kekhawatiran

Otoritas Regulasi Aset Virtual Dubai (VARA) sebelumnya telah menandai Shelbit atas dugaan pelanggaran pencucian uang dan pendanaan terorisme. Platform ini terus beroperasi setelah tindakan penegakan sebelumnya, dan sanksi terbaru dari AS menambah tekanan pada bisnis kripto yang memiliki hubungan dengan Iran.

Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan mengatakan bahwa setiap properti atau kepentingan atas properti yang dikenai sanksi harus tetap diblokir. OFAC mengatakan pelanggaran sanksi dapat mengakibatkan sanksi perdata atau pidana, meningkatkan risiko hukum bagi bisnis dan individu yang terus berurusan dengan entitas yang ditunjuk.

Terkait: Korea Selatan Memperluas Aturan Perjalanan: Apa Artinya untuk Dompet Anda

(adsbygoogle = jendela.adsbygoogle || []).push({});

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.